Penipuan Investasi Marak Lagi
Kamis, 16 Desember 2021 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Media sosial dan platform pesan instan seperti WhatsApp, Telegram maupun SMS banyak digunakan untuk penawaran investasi berkedok kontrak berjangka dan/atau aset kripto. Tak hanya itu, para pelaku juga kerap menawarkan produk investasi bodongnya kepada masyarakat melalui sambungan telepon dengan nada intimidatif.
Banyak modus yang digunakan untuk menawarkan investasi bodong. Misalnya menggunakan sistem member get member, skema piramida, skema ponzi atau money game. Investasi bodong bermodus skema Ponzi yakni korban akan diminta untuk menambah nilai investasi secara terus menerus.
Karenanya, masyarakat harus ekstra waspada dalam merespons setiap tawaran investasi yang memberikan imbal hasil tak wajar.
Perusahaan maupun instrumen investasi yang resmi akan dengan mudah menjelaskan cara kerja mereka dalam menjual produk investasi, mengelolanya, dan bagaimana keuntungan didapat. Mereka juga akan terbuka tentang segala hal yang berhak diketahui oleh investor. Apabila perusahaan yang menawarkan investasi tidak bisa menjelaskan detail penting proses pengelolaan investasi, serta tidak memiliki aturan jelas, maka masyarakat wajib waspada.
Untuk menghindari investasi bodong bisa dengan memperbanyak informasi tentang ciri dan modus operasionalnya. Jika sejak awal imbal hasilnya sudah tidak masuk akal, ditambah ketidakjelasan pengelolaan serta kepengurusan perusahaan, ada baiknya masyarakat tidak terburu-buru menyetorkan dana. Pihak regulator perlu untuk menggenjot edukasi dan literasi keuangan masyarakat termasuk melibatkan aparat penegak hukum dalam rangka pencegahan.
Banyak modus yang digunakan untuk menawarkan investasi bodong. Misalnya menggunakan sistem member get member, skema piramida, skema ponzi atau money game. Investasi bodong bermodus skema Ponzi yakni korban akan diminta untuk menambah nilai investasi secara terus menerus.
Karenanya, masyarakat harus ekstra waspada dalam merespons setiap tawaran investasi yang memberikan imbal hasil tak wajar.
Perusahaan maupun instrumen investasi yang resmi akan dengan mudah menjelaskan cara kerja mereka dalam menjual produk investasi, mengelolanya, dan bagaimana keuntungan didapat. Mereka juga akan terbuka tentang segala hal yang berhak diketahui oleh investor. Apabila perusahaan yang menawarkan investasi tidak bisa menjelaskan detail penting proses pengelolaan investasi, serta tidak memiliki aturan jelas, maka masyarakat wajib waspada.
Untuk menghindari investasi bodong bisa dengan memperbanyak informasi tentang ciri dan modus operasionalnya. Jika sejak awal imbal hasilnya sudah tidak masuk akal, ditambah ketidakjelasan pengelolaan serta kepengurusan perusahaan, ada baiknya masyarakat tidak terburu-buru menyetorkan dana. Pihak regulator perlu untuk menggenjot edukasi dan literasi keuangan masyarakat termasuk melibatkan aparat penegak hukum dalam rangka pencegahan.
(bmm)
Lihat Juga :