Tekan Politik Identitas, PPP Dorong Parpol Lahirkan 3 Capres

Kamis, 16 Desember 2021 - 12:55 WIB
loading...
Tekan Politik Identitas,...
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani berharap akan muncul lebih dari dua pasang capres dan cawapres pada Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menyadari pada 2022 Indonesia memasuki tahun politik. Tensi politik biasanya akan meningkat di dalam maupun di luar lingkaran kekuasaan.

"Demikian juga, ini catatan saya, prediksi saya, karena sampai sekarang meskipun karena pandemi Covid, hemat saya, maka politik identitas kita ini agak menurun, ini bukan karena kesadaran kebangsaan kita lebih baik, menurut hemat saya tapi karena pandemi Covid," kata Arsul dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip, Kamis (16/12/2021).

Menurut Arsul, jika pandemi Covid-19 benar-benar sudah melandai, Omicron dan varian Covid-19 lain tidak ada yang menghebohkan, maka yang harus dicermati dan diwaspadai bersama adalah naiknya suhu politik identitas. Hal ini harus menjadi pemikiran bersama, khususnya para elite politik dalam merespons potensi ini.

Baca juga: PPP: Presidential Threshold Bentuk Penghargaan Kepada Parpol yang Berjuang di Pemilu

"Maka menjadi tugas para elite, untuk tidak merespons dinamika dengan respons-respons yang sifatnya emosional, ini saya kira yang penting," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP ini.

Karena itu, kata dia, selain tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi menimbulkan kontroversi, para elite juga perlu belajar dari pengalaman Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Dalam dua pilpres itu hanya muncul 2 pasang calon yang membuat politik identitas meningkat secara signifikan dan tajam.

"Karena itu, kalau menurut hemat saya, meskipun itu belum menjadi keputusan resmi, yang harus kita dorong itu, tampilnya pasangan calon dalam pilpres yang tidak hanya 2, minimal 3, ideal lagi lebih dari 3," katanya.

Menurut perhitungan, kata anggota Komisi III DPR ini, dengan presidensial threshold atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden 20%, masih terbuka kemungkinan untuk memunculkan 3-4 pasang calon.

Baca juga: Kutip Pernyataan Ketua KPK, LaNyalla: Presidential Threshold Sumber Korupsi

Namun, dia mengakui, jika lebih dari 2 paslon, maka Pilpres akan berlangsung dalam 2 putaran yang menimbulkan biaya tinggi. Dia pun mengajak semuanya untuk berhitung, dibanding dengan Pilpres satu putaran, tetapi ada social cost yang harus ditanggung lebih lama, bahkan berpotensi menimbulkan biaya lebih tinggi untuk pengamanan karena tingginya potensi keterbelahan masyarakat. Di era Kapolri Tito Karnavian, 6 bulan menjelang pemilu sudah menghabiskan biaya 70% untuk pengamanan karena kerawanan-kerawanan yang timbul.

"Inilah hal-hal yang menurut hemat saya, kita semua, khususnya para elite juga memikirkan. Jangan karena kepentingan-kepentingan praktis kekuasaan dan kemudian kita tidak berhitung," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Berita Terkini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved