Tahun 2021, Keberhasilan Bersama Melewati Masa Paling Sulit
Selasa, 14 Desember 2021 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Kerja keras nakes berhasil menyembuhkan 4,1 juta pasien, dan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan mempersempit ruang penularan Covid-19 di dalam negeri.
Percepatan vaksinasi juga berkontribusi mewujudkan suasana yang makin kondusif. Berangsur-angsur, dinamika kehidupan mulai pulih dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Tak terbantahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah berhasil melewati periode paling sulit pada 2021 ini. Namun, dalam konteks pandemi Covid-19, masalah dan tantangan masih menghadang. Apalagi dengan munculnya virus korona varian Omicron.
Selain faktor pandemi Covid-19, aspek lain yang juga patut disikapi dan diwaspadai adalah gejolak alam akibat perubahan iklim.
Mendekati akhir 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 peristiwa bencana alam di dalam negeri. Dampaknya pun sangat memprihatinkan. Sejak Januari hingga November 2021, tak kurang dari 7.522.866 orang harus mengungsi dan ratusan korban meninggal dunia. Puluhan orang lainnya dinyatakan hilang. Belum lagi kerugian materil karena rusaknya properti milik warga. Bisa dipastikan bahwa banjir Bandang di Batu, Malang, hingga erupsi Gunung Semeru di Lumajang menimbulkan nilai kerusakan yang tidak kecil.
Suka duka Indonesia yang silih berganti sepanjang 2021 hendaknya menjadi catatan khusus bagi generasi penerus, utamanya generasi Alfa dan Generasi Z. Pesan utamanya adalah kebersamaan dan persatuan akan memampukan komunitas bangsa menghadapi serta mengatasi masalah dan situasi yang paling sulit sekali pun.
Semua berharap pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun segera berakhir di tahun mendatang. Namun, dampak ekstrem dari perubahan iklim harus diwaspadai secara berkelanjutan.
Percepatan vaksinasi juga berkontribusi mewujudkan suasana yang makin kondusif. Berangsur-angsur, dinamika kehidupan mulai pulih dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Tak terbantahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah berhasil melewati periode paling sulit pada 2021 ini. Namun, dalam konteks pandemi Covid-19, masalah dan tantangan masih menghadang. Apalagi dengan munculnya virus korona varian Omicron.
Selain faktor pandemi Covid-19, aspek lain yang juga patut disikapi dan diwaspadai adalah gejolak alam akibat perubahan iklim.
Mendekati akhir 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 peristiwa bencana alam di dalam negeri. Dampaknya pun sangat memprihatinkan. Sejak Januari hingga November 2021, tak kurang dari 7.522.866 orang harus mengungsi dan ratusan korban meninggal dunia. Puluhan orang lainnya dinyatakan hilang. Belum lagi kerugian materil karena rusaknya properti milik warga. Bisa dipastikan bahwa banjir Bandang di Batu, Malang, hingga erupsi Gunung Semeru di Lumajang menimbulkan nilai kerusakan yang tidak kecil.
Suka duka Indonesia yang silih berganti sepanjang 2021 hendaknya menjadi catatan khusus bagi generasi penerus, utamanya generasi Alfa dan Generasi Z. Pesan utamanya adalah kebersamaan dan persatuan akan memampukan komunitas bangsa menghadapi serta mengatasi masalah dan situasi yang paling sulit sekali pun.
Semua berharap pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun segera berakhir di tahun mendatang. Namun, dampak ekstrem dari perubahan iklim harus diwaspadai secara berkelanjutan.
(bmm)
Lihat Juga :