Cegah Omicron, Pemerintah Belum Tambah Daftar Negara Dilarang Masuk RI
Senin, 06 Desember 2021 - 16:45 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah belum berencana menambah jumlah negara yang warganya dilarang masuk ke Indonesia seiring dengan perkembangan varian Covid-19, Omicron . Hal tersebut dikatakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta.
Baca juga: Vaksinasi Booster Dimulai Awal 2022, Pemerintah Pastikan Efektif Tangani Varian Omicron
"Pemerintah belum menambah 11 negara (yang dilarang), karena tentu memonitor di berbagai negara lain," kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (6/12/2021).
Baca juga: Antisipasi Omicron, Pemkot Bekasi Larang Pusat Belanja Rayakan Nataru
Airlangga menyebutkan, penyebaran varian Omicron paling tinggi berada di Afrika Selatan dan Inggris yakni di atas 100-an kasus. Lalu Zimbabwe juga tinggi sebesar 50 kasus. Amerika sebanyak 38 kasus.
Baca juga: Vaksinasi Booster Dimulai Awal 2022, Pemerintah Pastikan Efektif Tangani Varian Omicron
"Pemerintah belum menambah 11 negara (yang dilarang), karena tentu memonitor di berbagai negara lain," kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (6/12/2021).
Baca juga: Antisipasi Omicron, Pemkot Bekasi Larang Pusat Belanja Rayakan Nataru
Airlangga menyebutkan, penyebaran varian Omicron paling tinggi berada di Afrika Selatan dan Inggris yakni di atas 100-an kasus. Lalu Zimbabwe juga tinggi sebesar 50 kasus. Amerika sebanyak 38 kasus.
Lihat Juga :