IDI Sebut Masyarakat Garda Terdepan Pencegahan Covid-19
Jum'at, 03 Desember 2021 - 15:52 WIB
loading...
Petugas vaksinator saat memberikan suntikan vaksin Covid-19 jenis Pfizer untuk warga di Sentra Vaksinasi Gedung HighEnd MNC Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2021). Foto/Dok.SINDOnews/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih berharap berbagai kebijakan pemerintah untuk pengendalian Covid-19 didukung masyarakat. Sebab, masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan Covid-19.
Jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, kemungkinan besar Indonesia bisa menghindari gelombang ketiga Covid-19 dan varian Omicron. Sedangkan tugas pemerintah adalah membuat kebijakan dan mengawasi pelaksanaannya, mengedukasi, serta memfasilitasi.
"Ini sebenarnya garda terdepannya justru masyarakat. Dua hal penting, protokol kesehatan dan vaksinasi. Ini pencegahan primer dan pencegahan sekunder bagi masyarakat," ujar Daeng M Faqih, Jumat (3/12/2021).
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Varian Omicron Berimbas ke Ekonomi dan Politik
Dia menjelaskan, PPKM merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan. Namun, pelaksanaannya tetap pada kesadaran masyarakat. Kemudian, perlu edukasi terus menerus untuk meningkatkan kesadaran.
Jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, kemungkinan besar Indonesia bisa menghindari gelombang ketiga Covid-19 dan varian Omicron. Sedangkan tugas pemerintah adalah membuat kebijakan dan mengawasi pelaksanaannya, mengedukasi, serta memfasilitasi.
"Ini sebenarnya garda terdepannya justru masyarakat. Dua hal penting, protokol kesehatan dan vaksinasi. Ini pencegahan primer dan pencegahan sekunder bagi masyarakat," ujar Daeng M Faqih, Jumat (3/12/2021).
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Varian Omicron Berimbas ke Ekonomi dan Politik
Dia menjelaskan, PPKM merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan. Namun, pelaksanaannya tetap pada kesadaran masyarakat. Kemudian, perlu edukasi terus menerus untuk meningkatkan kesadaran.
Lihat Juga :