AH Nasution, Jenderal Besar Anti-PKI Kebanggaan TNI
Kamis, 25 November 2021 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jejak TB Simatupang, Gerilya Bersama Jenderal Soedirman hingga Menjadi Pahlawan Nasional
Tetapi hal ini pula yang menyebabkan dia menjadi salah satu target dalam rencana penculikan dan pembunuhan pada jenderal TNI AD pada 30 September 1965 oleh PKI. Enam jenderal dan seorang perwira menengah menjadi korban. Pak Nas selamat setelah lolos dari tembakan dan berhasil kabur melalui jendela kamarnya. Bersama Jenderal Soeharto dan Letkol Sarwo Edhie Wibowo, Pak Nas lalu menyusun rencana penumpasan G30S/PKI.
Memasuki Orde Baru, Pak Nas dipilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang memberhentikan Soekarno sebagai presiden dan melantik Jenderal Soeharto sebagai pejabat presiden.
Sebesar namanya, Pak Nas adalah jenderal besar dengan lima bintang di pundak sejajar dengan Jenderal Besar Soedirman. Bintang lima tersebut adalah pangkat kehormatan yang diberikan pemerintah atas jasa-jasa yang telah diberikan Pak Nas selama bertugas di TNI.
Pak Nas memang banyak memberikan sumbangsih bagi TNI. Selain pemikiran soal konsep perang gerilya dan dwifungsi, Pak Nas adalah otak di balik sejumlah keberhasilan operasi militer TNI. Sebut saja operasi penumpasan PKI Madiun pada 1948 dan Operasi Pembebasan Irian Barat. Pak Nas wafat di Jakarta, 6 September 2000 pada usia 81 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Tetapi hal ini pula yang menyebabkan dia menjadi salah satu target dalam rencana penculikan dan pembunuhan pada jenderal TNI AD pada 30 September 1965 oleh PKI. Enam jenderal dan seorang perwira menengah menjadi korban. Pak Nas selamat setelah lolos dari tembakan dan berhasil kabur melalui jendela kamarnya. Bersama Jenderal Soeharto dan Letkol Sarwo Edhie Wibowo, Pak Nas lalu menyusun rencana penumpasan G30S/PKI.
Memasuki Orde Baru, Pak Nas dipilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang memberhentikan Soekarno sebagai presiden dan melantik Jenderal Soeharto sebagai pejabat presiden.
Sebesar namanya, Pak Nas adalah jenderal besar dengan lima bintang di pundak sejajar dengan Jenderal Besar Soedirman. Bintang lima tersebut adalah pangkat kehormatan yang diberikan pemerintah atas jasa-jasa yang telah diberikan Pak Nas selama bertugas di TNI.
Pak Nas memang banyak memberikan sumbangsih bagi TNI. Selain pemikiran soal konsep perang gerilya dan dwifungsi, Pak Nas adalah otak di balik sejumlah keberhasilan operasi militer TNI. Sebut saja operasi penumpasan PKI Madiun pada 1948 dan Operasi Pembebasan Irian Barat. Pak Nas wafat di Jakarta, 6 September 2000 pada usia 81 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
(muh)
Lihat Juga :