Jejak TB Simatupang, Gerilya Bersama Jenderal Soedirman hingga Menjadi Pahlawan Nasional
Kamis, 25 November 2021 - 11:48 WIB
loading...
Letnan Jenderal (Purn) Tahi Bonar (TB) Simatupang dikenal sebagai tentara intelektual yang merupakan salah satu pencetak awal fondasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Foto/Wikipedia
A
A
A
JAKARTA - Tahi Bonar Simatupang atau lebih dikenal sebagai TB Simatupang merupakan salah satu tokoh militer Indonesia. Penerus Jenderal Soedirman ini disebut sebagai salah satu konseptor peletak dasar-dasar kemiliteran Indonesia.
TB Simatupang merupakan seorang Letjen Purnawirawan asal Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara. Pria kelahiran 28 Januari 1920 ini menjadi penerus Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai KSAP (Kepala Staf Angkatan Perang) RI.
Dalam catatan sejarah, TB Simatupang adalah salah satu konseptor peletak dasar-dasar kemiliteran Indonesia. Karier militer Simatupang diawali saat ia masuk ke Koninklijke Militaire Academie (KMA) Bandung pada tahun 1940. Setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun, Simatupang lulus sebagai perwira muda.
Tahun 1945 setelah Indonesia merdeka, Simatupang bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dia mempunyai keunggulan di bidang organisasi dan manajemen ketentaraan. Simatupang turut bergerilya bersama Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman melawan pasukan Belanda.
Dalam perjalanan perang gerilya, Simatupang kerap diolok-olok sebagai “diplomat kesasar” karena selama gerilya, ia hampir tidak lepas dari setelan celana abu-abu dan kemeja buatan luar negeri yang dipakainya ketika ia menjadi penasihat militer dalam Perundingan Kaliurang dan pakaian itulah yang menempel di tubuhnya ketika berangkat gerilya.
TB Simatupang merupakan seorang Letjen Purnawirawan asal Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara. Pria kelahiran 28 Januari 1920 ini menjadi penerus Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai KSAP (Kepala Staf Angkatan Perang) RI.
Dalam catatan sejarah, TB Simatupang adalah salah satu konseptor peletak dasar-dasar kemiliteran Indonesia. Karier militer Simatupang diawali saat ia masuk ke Koninklijke Militaire Academie (KMA) Bandung pada tahun 1940. Setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun, Simatupang lulus sebagai perwira muda.
Tahun 1945 setelah Indonesia merdeka, Simatupang bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dia mempunyai keunggulan di bidang organisasi dan manajemen ketentaraan. Simatupang turut bergerilya bersama Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman melawan pasukan Belanda.
Dalam perjalanan perang gerilya, Simatupang kerap diolok-olok sebagai “diplomat kesasar” karena selama gerilya, ia hampir tidak lepas dari setelan celana abu-abu dan kemeja buatan luar negeri yang dipakainya ketika ia menjadi penasihat militer dalam Perundingan Kaliurang dan pakaian itulah yang menempel di tubuhnya ketika berangkat gerilya.
Lihat Juga :