FKM UI Ingatkan Hati-Hati Terapkan New Normal

Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:02 WIB
loading...
FKM UI Ingatkan Hati-Hati...
Pedagang menujukkan alat pelindung wajah atau face shield saat melayani pembeli di salah satu kios Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Tri Yunus Miko Wahyono menilai penerapan kenormalan baru atau new normal yang diwacanakan pemerintah harus dilakukan dengan hati-hati. Miko membeberkan, dalam sepekan ini jumlah kasus positif Covid-19 turun dari 500-an ke 400-an.

"Dari minggu akhir bulan Mei sampai awal bulan Juni itu turun dari 500-an ke 400-an. Turun memang, tapi kan apakah 400-an minggu ini atau minggu awal Juni ini itu aman. Kalau menurut saya, tidak," ujar Miko dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'New Normal, Are You Ready?', Sabtu (6/6/2020).

Karena, kata dia, jumlah kasus positif Covid-19 masih sekitar 400. "Jadi harus hati-hati kapan kita membuka new normal-nya. Kapan kita membuka new normalnya? Kalau kasusnya dalam seminggu ini sudah turun, aman," ungkapnya.

Dia memberikan contoh di Depok, jumlah kasus positif Covid-19 dalam seminggu belakangan sudah aman, karena jumlahnya bisa dihitung dengan jari. "Kalau Jakarta harusnya itu turunnya sampai di bawah 100, jadi seminggu harus di bawah 100, baru bilang aman," katanya. (Baca juga: Pelibatan TNI di Masa Kenormalan Baru untuk Meminimalkan Pelanggaran ).

Namun, kata dia, sebenarnya aman absolut itu sampai tidak ada kasus. "Kalau jumlah kasusnya masih 400, apakah aman itu pertanyaannya. Emang menurun tapi belum aman. Jangan dibuka dengan new normal," katanya.

Sehingga, dia memastikan jika Jakarta menerapkan new normal dalam waktu dekat, jumlah kasus positif Covid-19 akan lebih banyak. "Kalau kemudian 400-an minggu ini selanjutnya saya pastikan akan lebih banyak," ujarnya.

Namun, untuk instansi pemerintah, menurut dia, bisa dibuka. Asalkan, bisa dipastikan tidak akan terjadi penularan. "Kayak misalnya ASN boleh masuk separuhnya, sambil mempersiapkan sektor-sektor di bawahnya, kalau misalnya sektor pariwisata, dinas pariwisata persiapkan sektornya, kemudian dinas perdagangan mempersiapkan sektornya," pungkasnya. (Baca juga: Pilpres 2024, Prabowo Disarankan Siapkan Capres Alternatif yang Didukung PDIP ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
Update Kasus Pelecehan...
Update Kasus Pelecehan di FHUI: 16 Terlapor Diperiksa, Bukti Chat 2024–2026 Ditelaah
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Mundur dari S3 UI, Pilih Lanjut Kuliah di New York
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
Rekomendasi
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved