Menang di MA, Demokrat Diminta Tetap Waspadai Brutalitas Demokrasi
Senin, 22 November 2021 - 21:54 WIB
loading...
Ahli Hukum yang juga Aktivis HAM dan Demokrasi Bambang Widjojanto (BW) meminta Demokrat maupun masyarakat sipil untuk tetap mewaspadai ancaman brutalitas demokrasi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemenangan Partai Demokrat di Mahkamah Agung (MA) patut disyukuri sebagai kemenangan demokrasi. Akan tetapi Demokrat maupun masyarakat sipil diingatkan untuk tetap mewaspadai ancaman brutalitas demokrasi, baik di dunia nyata maupun di dunia nyata.
Peringatan ini disampaikan oleh Ahli Hukum, yang juga Aktivis HAM dan Demokrasi Bambang Widjojanto (BW). BW mengingatkan bahwa kemenangan di MA bukanlah 'hadiah' dari pemerintah pada Demokrat. Baca juga: Jansen Demokrat Tes PCR: Saat Dicolok Terbayang Aku Memperkaya Pejabat
"Ini tidak lepas dari upaya Partai Demokrat yang sangat serius menjaga setiap persidangan. Istilahnya man to man marking," ujar BW dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).
Di sisi lain, kata dia, Demokrat juga melakukan komunikasi yang aktif dan masif pada publik sehingga memperoleh dukungan masyarakat. BW mengingatkan bahwa upaya kudeta terhadap Demokrat ini bukan hanya persoalan Demokrat saja tapi juga persoalan masyarakat sipil.
"Saya menyebutnya sebagai brutalitas demokrasi, karena memang sudah brutal sekali cara-caranya," tegas BW.
Peringatan ini disampaikan oleh Ahli Hukum, yang juga Aktivis HAM dan Demokrasi Bambang Widjojanto (BW). BW mengingatkan bahwa kemenangan di MA bukanlah 'hadiah' dari pemerintah pada Demokrat. Baca juga: Jansen Demokrat Tes PCR: Saat Dicolok Terbayang Aku Memperkaya Pejabat
"Ini tidak lepas dari upaya Partai Demokrat yang sangat serius menjaga setiap persidangan. Istilahnya man to man marking," ujar BW dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).
Di sisi lain, kata dia, Demokrat juga melakukan komunikasi yang aktif dan masif pada publik sehingga memperoleh dukungan masyarakat. BW mengingatkan bahwa upaya kudeta terhadap Demokrat ini bukan hanya persoalan Demokrat saja tapi juga persoalan masyarakat sipil.
"Saya menyebutnya sebagai brutalitas demokrasi, karena memang sudah brutal sekali cara-caranya," tegas BW.
Lihat Juga :