Kantongi Penggagas Kudeta, Muhammadiyah Anggap Boni Hargens Halusinasi
Jum'at, 05 Juni 2020 - 13:28 WIB
loading...
Pengakuan Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens bahwa ia mengantongi nama-nama tokoh yang ingin merancang kudeta terhadap pemerintahan dinilai tidak mempunyai dasar kuat. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengakuan Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens bahwa ia mengantongi nama-nama tokoh yang ingin merancang kudeta terhadap pemerintahan dinilai tidak mempunyai dasar kuat. Boni dinilai hanya mencari sensasi.
"Sepertinya Boni Hargen lagi mencari sensasi atau mungkin juga sedang halusinasi," kata Ketua bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin saat dihubungi Sindonews, Jumat (5/6/2020).
Razikin menyebut, kritikan masyarakat atau elemen tertentu terhadap berbagai isu tak boleh disebut sebagai upaya kudeta. Kritikan hal biasa dan sudah berlangsung lama, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan upaya kudeta. (Baca juga: Boni Sebut Ada Kelompok Penggagas Kudeta, Ujang: Bisa Saja Dia 'Caper' )
"Masa sih kelompok pemerhati HAM yang mengecam rasisme di Papua dituding merancang kudeta. Masak anak-anak muda yang ada di ruang kelas membahas Pancasila dituduh sedang merancang kudeta," tuturnya.
Menurutnya, jika ada kelompok yang merancang kudeta, pasti sudah ditangkap. Di sisi lain, ia menilai yang mampu merancang kudeta adalah kekuatan yang memiliki senjata. (Baca juga: Boni Hargens: Pengusaha Pom Bensin Jadi Bandar Pengudeta Jokowi )
"Sepertinya Boni Hargen lagi mencari sensasi atau mungkin juga sedang halusinasi," kata Ketua bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin saat dihubungi Sindonews, Jumat (5/6/2020).
Razikin menyebut, kritikan masyarakat atau elemen tertentu terhadap berbagai isu tak boleh disebut sebagai upaya kudeta. Kritikan hal biasa dan sudah berlangsung lama, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan upaya kudeta. (Baca juga: Boni Sebut Ada Kelompok Penggagas Kudeta, Ujang: Bisa Saja Dia 'Caper' )
"Masa sih kelompok pemerhati HAM yang mengecam rasisme di Papua dituding merancang kudeta. Masak anak-anak muda yang ada di ruang kelas membahas Pancasila dituduh sedang merancang kudeta," tuturnya.
Menurutnya, jika ada kelompok yang merancang kudeta, pasti sudah ditangkap. Di sisi lain, ia menilai yang mampu merancang kudeta adalah kekuatan yang memiliki senjata. (Baca juga: Boni Hargens: Pengusaha Pom Bensin Jadi Bandar Pengudeta Jokowi )
Lihat Juga :