Kantongi Penggagas Kudeta, Muhammadiyah Anggap Boni Hargens Halusinasi
Jum'at, 05 Juni 2020 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam sejarah di dunia, kudeta selalu melibatkan militer. Pertanyaanya sekarang apakah militer menjadi bagian yang merancang kudeta seperti tudingan Boni Hargens. Jadi Boni Hargens jangan sembarangan melempar isu," tuturnya.
Lebih lanjut Razikin menganggap, dinamika isu politik yang berkembang di masyarakat semua itu hanya sebatas perbedaan-perbedaan cara pandang. Di mana tentu saja pihak yang sekarang berbeda dengan pemerintah berharap punya kesempatan untuk memimpin negeri ini. “Dan itu biasa dan memang begitu seharusnya,” tuturnya.
Dengan demikian, sambung dia, ada kontestasi ide, ada pertarungan konsepsi. Alih-alih, semua pihak perlu meradikalisasi cara kita berdemokrasi. Menurutnya, setajam apapun perbedaan pandangan politik, tidak kemudian dianggap sebagai musuh politik. Semua pihak harus membiasakan diri dengan perbedaan.
"Boni Hargens membangun argumentasinya sangat dangkal. Ia berupaya menjahit antara variabel-variabel yang sulit ketemu. Jadi apa yang disampaikan Boni Hargens tersebut hanya sebatas mencari sensasi tentu saja. Boni Hargens punya motif dengan melempar isu tersebut. Motifnya bisa ekonomi dan politik," tandasnya.
Lebih lanjut Razikin menganggap, dinamika isu politik yang berkembang di masyarakat semua itu hanya sebatas perbedaan-perbedaan cara pandang. Di mana tentu saja pihak yang sekarang berbeda dengan pemerintah berharap punya kesempatan untuk memimpin negeri ini. “Dan itu biasa dan memang begitu seharusnya,” tuturnya.
Dengan demikian, sambung dia, ada kontestasi ide, ada pertarungan konsepsi. Alih-alih, semua pihak perlu meradikalisasi cara kita berdemokrasi. Menurutnya, setajam apapun perbedaan pandangan politik, tidak kemudian dianggap sebagai musuh politik. Semua pihak harus membiasakan diri dengan perbedaan.
"Boni Hargens membangun argumentasinya sangat dangkal. Ia berupaya menjahit antara variabel-variabel yang sulit ketemu. Jadi apa yang disampaikan Boni Hargens tersebut hanya sebatas mencari sensasi tentu saja. Boni Hargens punya motif dengan melempar isu tersebut. Motifnya bisa ekonomi dan politik," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :