Mahfud MD: Indonesia Bukan Sekulernya Soekarno dan Islamnya Natsir
Rabu, 10 November 2021 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
"Kata Bung Karno negara harus dipisahkan dari agama agar keduanya sama-sama maju seperti yang dilakukan oleh Kemal Attaturk," tutur Mahfud.
Tulisan Soekarno dibantah oleh Natsir dengan argumen yang tak kalah hebat. Menurut dia, saat itu Natsir menyebut justru negara itu harus menyatu dengan agama.
"Islam kata Natsir, bisa menyediakan semua perangkat yang dibutuhkan oleh negara moderen sehingga kalau kita mau mendirikan negara merdeka Indonesia maka dasarnya yang tepat adalah Islam," ungkap Mahfud.
Dia menjelaskan, perdebatan antara keduanya amat hebat dan penuh retorika tingkat tinggi. Adapun Soekarno, sambung dia, menulis artikel Memudakan Pengertian Islam, Mengapa Turki Memisahkan Agama dari Negara, dan Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara.
"Natsir menyanggah dengan artikel-artikel Persatuan Agama dan Negara, Ichwanus Shafa, Rasionalisme dalam Islam, Arti Agama dalam Negara, dan lain-lain," ucapnya.
Baca juga: Ragam Model Sistem Pemerintahan Negara Islam Kontemporer
Tulisan Soekarno dibantah oleh Natsir dengan argumen yang tak kalah hebat. Menurut dia, saat itu Natsir menyebut justru negara itu harus menyatu dengan agama.
"Islam kata Natsir, bisa menyediakan semua perangkat yang dibutuhkan oleh negara moderen sehingga kalau kita mau mendirikan negara merdeka Indonesia maka dasarnya yang tepat adalah Islam," ungkap Mahfud.
Dia menjelaskan, perdebatan antara keduanya amat hebat dan penuh retorika tingkat tinggi. Adapun Soekarno, sambung dia, menulis artikel Memudakan Pengertian Islam, Mengapa Turki Memisahkan Agama dari Negara, dan Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara.
"Natsir menyanggah dengan artikel-artikel Persatuan Agama dan Negara, Ichwanus Shafa, Rasionalisme dalam Islam, Arti Agama dalam Negara, dan lain-lain," ucapnya.
Baca juga: Ragam Model Sistem Pemerintahan Negara Islam Kontemporer
Lihat Juga :