Pandemi Belum Berakhir, Satgas: Tetap Jaga Prokes meski PPKM Turun Level

Senin, 25 Oktober 2021 - 07:34 WIB
Pandemi Belum Berakhir, Satgas: Tetap Jaga Prokes meski PPKM Turun Level
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny B Harmadi mengingatkan, meski data yang ada kasus terus melandai, pandemi belum berakhir. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny B Harmadi mengingatkan, meski kasus terus melandai, pandemi belum berakhir. Namun sebagian besar masyarakat terpantau cukup sadar akan hal ini, sehingga kepatuhan menjaga protokol kesehatan ( prokes ) tetap tinggi.

Baca juga: Pelanggaran Prokes, Sejumlah Bar di PIK Ditindak Satpol PP DKI

Kendati demikian, seiring dengan relaksasi kegiatan dan penurunan level PPKM, disiplin Prokes di beberapa daerah mulai terlihat mengendur.

Baca juga: Rayakan HUT ke-7, DPW Perindo Babel Bagikan Sembako dan Alat Prokes kepada Warga



"Rata-rata skor memakai masker sudah mencapai 8,25 dalam 3 minggu terakhir. Sedangkan skor menjaga jarak dan mencuci tangan di angka 8,02 pada periode yang sama (rentang skor antara 1 - 10)," kata Sonny dikutip dari keterangan resminya, Senin (25/10/2021)



Menurut Sonny, perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat pandemi adalah perang panjang dan ancaman virus Covid-19 masih ada.

Data satgas juga menunjukkan, sejak tanggal 3 hingga 22 Oktober 2021, daerah yang mengalami penurunan kepatuhan prokes terus bertambah. "Penurunan kepatuhan protokol kesehatan tidak hanya pada level kabupaten/kota, tetapi juga di tingkat kecamatan," ujar Sonny.

Sebagai gambaran, pada 3 Oktober lalu, ada 8,13% kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 60%. Sedangkan pada 22 Oktober, jumlah kabupaten/kota yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker di bawah 60% tersebut naik menjadi 10,19%.

Pada periode yang sama, jumlah kecamatan yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker bertambah dari 12,99% menjadi 14,62%. "Jika ini terus terjadi, tentu meningkatkan potensi kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia," ucap Sonny.

Penerapan prokes secara disiplin dan konsisten mutlak dibutuhkan di tengah peningkatan mobilitas penduduk, agar tidak terjadi gelombang ketiga.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1938 seconds (11.252#12.26)