Sakti, Nyawa Orang Nomor 1 di TNI AD Ini Selamat Meski Diberondong Tembakan

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 05:22 WIB
loading...
Sakti, Nyawa Orang Nomor...
Jenderal TNI Rudini sertijab Danjen Kopassus dari Brigjen TNI Wismoyo Arismunandar kepada Brigjen TNI Sintong Panjaitan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Bertaruh nyawa di medan operasi merupakan risiko yang harus dihadapi setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Khususnya di awal-awal berdirinya Republik ini, di mana pemberontakan bersenjata kerap terjadi di berbagai daerah.

Salah satunya pemberontakan bersenjata Darul Islam /Tentara Islam Indonesia (DI/TI)I pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949 di Garut, Jawa Barat. Gerakan yang memperjuangkan berdirinya negara Islam di Indonesia ini dengan cepat berkembang di sejumlah daerah. Di antaranya, DI/TII Jawa Tengah pimpinan Amir Fatah. Kemudian DI/TII Kalimantan Selatan pimpinan Ibnu Hajar. Muncul juga DI/TII Sulawesi Selatan pimpinan Kahar Muzakar pada 1952 dan DI/TII Aceh pimpinan Tengku Muhammad Daud Berueueh pada 1953.

Pemerintah yang melihat gerakan tersebut bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945 serta mengancam kedaulatan negara, langsung mengambil sikap tegas dengan menggelar operasi militer berskala besar menumpas pemberontakan bersenjata tersebut. Baca juga: Kisah Jenderal Kostrad Lulusan Belanda yang Singkirkan 3 Senior Jadi Kasad

Salah seorang yang terlibat dalam operasi penumpasan tersebut adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Rudini. Dalam buku biografi berjudul “Rudini: Potret Pengabdian Prajurit TNI AD” diceritakan, Letda Rudini yang saat itu menjadi salah satu komandan peleton organik Batalyon 518/Terirotium V/Brawijaya mendapat tugas menumpas pemberontakan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.

Sakti, Nyawa Orang Nomor 1 di TNI AD Ini Selamat Meski Diberondong Tembakan


Mendapat tugas operasi tempur pertama ini, anak ketiga dari sepuluh saudara pasangan Raden Ismangoen Poespohandojo dan Raden Ajoe Koesbandijah langsung menyambutnya. Meski muncul suara sumbang yang meragukan kemampuannya dalam mengatasi pemberontakan. Namun, hal itu tidak menyurutkan nyali lulusan Akademi Militer Kerajaan atau Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda, Belanda ini untuk menumpas para pemberontak.

Berbekal informasi yang diperoleh, pria kelahiran 15 Desember 1929 di Malang, Jawa Timur langsung melakukan pemetaan daerah operasi sekaligus memperkirakan pergerakan pasukan DI/TII. Dengan pasukan yang relatif sedikit, Rudini kemudian menggelar patroli dengan jarak tempuh yang jauh dan luas. Meski berisiko tinggi, namun semua pasukannya kembali dengan selamat. Hingga suatu ketika, peleton Rudini diminta berpatroli melewati beberapa perbukitan. Saat itu, Rudini yang di kemudian hari menjadi Pangkostrad ini menyarankan kepada komando atas agar bukit-bukit di kuasai terlebih dahulu sebelum menggelar patroli agar aman dari serangan musuh. Namun, usulnya diabaikan. Baca juga: Harta Gurkha Ditemukan TNI, Saksi Bisu Indonesia Permalukan Pasukan Elite Inggris

Perkiraan Rudini terbukti. Saat patroli digelar, pasukannya mendapat serangan mendadak dari atas bukit, enam anggota peletonnya gugur seketika terkena tembakan dari Momoc atau Mobile Movement Command yang merupakan pasukan khusus DI/TII Kahar Muzakar. Mendapat serangan tersebut, Rudini yang saat itu berada di atas mobil Jeep memerintahkan perlawanan. Sementara sopir yang duduk di sebelahnya gugur terkena berodongan senjata saat terjadi serangan dadakan tersebut. Kontak tembak antara kedua pasukan tersebut tak terhindarkan dan berlangsung sengit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
TNI AD Turun Perkuat...
TNI AD Turun Perkuat Patroli Antibegal, Kadispenad: Penindakan Tetap Wewenang Polisi
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved