Menteri PPPA: Pembangunan di Indonesia Masih Belum Perhatikan Kesetaraan Gender
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 03:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia menceritakan, perjuangan meraih kesetaraan perempuan sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu. Perjuangan ini terbukti melalui peningkatan angka indeks pembangunan manusia (IPM), indeks pembangunan gender (IPG), dan indeks pemberdayaan gender (IDG). Hal ini berbanding lurus dengan besarnya kesempatan perempuan untuk bersekolah, berpendapat di ruang domestik maupun publik serta mengisi ruang-ruang kepemimpinan.
Meski demikian, kesempatan ini masih belum diterima perempuan secara merata, masih banyak perempuan yang belum mendapatkan haknya. Maka itu, tetap saja perempuan Indonesia harus kembali bersatu memperjuangkan hal tersebut.
"Oleh karenanya, kita semua perlu aktif terlibat untuk memangkas praktik patriarki. Utamanya yang menghambat perempuan dalam menjemput berbagai kesempatan. Hal ini menjadi penting karena perempuan adalah kekuatan dalam seluruh sendi kehidupan, masa depan bangsa ini turut tergantung kepada sejauh mana perempuan bisa ambil peran dan membuat perubahan," pungkasnya.
Ketua DPR Puan Maharani menyatakan kesetaraan gender dapat dicapai dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga, tak perlu mengkontradiksi peran perempuan atau laki-laki. Apalagi, saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang.
Baik itu bidang ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan sebagainya. "Saya selalu mengingatkan kepada semua pihak agar menyertakan perempuan dalam seluruh proses pembangunan. Namun, partisipasi perempuan itu bukan sekadar kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia," kata Puan d Jakarta.
Puan menyebut, tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya sebagai manusia, maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. "Oleh karena itulah, masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka memperkuat peran perempuan secara konsisten," papar dia.
Sebagai Ketua DPR, Puan pun menekankan beberapa agenda yang perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender. Pertama, meningkatkan pemahaman dan perspektif perempuan bahwa perempuan dapat berperan di berbagai sektor.
Meski demikian, kesempatan ini masih belum diterima perempuan secara merata, masih banyak perempuan yang belum mendapatkan haknya. Maka itu, tetap saja perempuan Indonesia harus kembali bersatu memperjuangkan hal tersebut.
"Oleh karenanya, kita semua perlu aktif terlibat untuk memangkas praktik patriarki. Utamanya yang menghambat perempuan dalam menjemput berbagai kesempatan. Hal ini menjadi penting karena perempuan adalah kekuatan dalam seluruh sendi kehidupan, masa depan bangsa ini turut tergantung kepada sejauh mana perempuan bisa ambil peran dan membuat perubahan," pungkasnya.
Ketua DPR Puan Maharani menyatakan kesetaraan gender dapat dicapai dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga, tak perlu mengkontradiksi peran perempuan atau laki-laki. Apalagi, saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang.
Baik itu bidang ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan sebagainya. "Saya selalu mengingatkan kepada semua pihak agar menyertakan perempuan dalam seluruh proses pembangunan. Namun, partisipasi perempuan itu bukan sekadar kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia," kata Puan d Jakarta.
Puan menyebut, tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya sebagai manusia, maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. "Oleh karena itulah, masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka memperkuat peran perempuan secara konsisten," papar dia.
Sebagai Ketua DPR, Puan pun menekankan beberapa agenda yang perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender. Pertama, meningkatkan pemahaman dan perspektif perempuan bahwa perempuan dapat berperan di berbagai sektor.
Lihat Juga :