PB HMI Nilai 11 Nama Timsel KPU dan Bawaslu Penuhi Kualifikasi

Kamis, 14 Oktober 2021 - 21:30 WIB
loading...
PB HMI Nilai 11 Nama...
Ketua Umum PB HMI Romadhon JASN menilai bahwa 11 nama Timsel telah memenuhi kualifikasi dan layak ditunjuk sebagai Timsel. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pembentukan tim seleksi (Timsel) komisioner baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027 menuai resistensi. Pasalnya, penunjukan Timsel dinilai tidak terbuka dan lebih mengutamakan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan.

Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 120/P Tahun 2021, ada 11 nama yang resmi ditunjuk sebagai Tim Seleksi (Timsel), yaitu Juri Ardiantoto, Candra M Hamzah, Bahtiar, Edward Omar Sharif Hiariej, Airlangga Pribadi Kusman, Hamdi Muluk, Endang Sulastri, I Gede Dewa Palguna, Abdul Gaffar, Betti Alisjahbana, dan Poengky Indarty. Baca juga: Ini Agenda Timsel KPU-Bawaslu Setelah Dibentuk Jokowi

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum PB HMI Romadhon JASN menilai bahwa 11 nama Timsel telah memenuhi kualifikasi dan layak ditunjuk sebagai Timsel karena punya track record, rekam jejak, dan reputasi serta pengalaman yang mumpuni terkait pemilu dan tantangannya ke depan.

"Ini sudah tepat, seharusnya kita mendukung dengan terpilihnya 11 Timsel ini, mereka punya track record dan pengalaman yang mumpuni, integritasnya juga terjaga," ujar Romadhon kepada wartawan di Jakarta Kamis, (14/10/2021).

Romadhon menjamin integritas dan kapabilitas Timsel yang ditunjuk Presiden tersebut sudah sesuai dan memenuhi kualifikasi. Selain itu, mereka juga tidak punya interest atau berafiliasi dengan kelompok tertentu sehingga dipastikan netralitas dan idependensinya terjamin, apalagi dalam keputusan Timsel bersifat kolektif kolegial tentu tidak ada yang mendominasi karena harus diputuskan bersama.

"Kalau soal netralitas dan indipendensi Timsel, saya menjamin mereka punya integritas dan kapabilitas yang baik, mereka juga nggak berafiliasi dengan kelompok tertentu kok, apalagi nanti keputusan Timsel kolektif alias diputuskan bersama tidak ada yang dominan," ucapnya.

Untuk itu, kata Romadhon jika memberikan penilaian secara jernih sebaiknya lihat kinerja dan hasilnya Timsel ke depan. Tetapi yang pasti jika dilihat secara obyektif berdasarkan reputasi dan jam terbang 11 Timsel terpilih tentu tak perlu diragukan lagi.

"Kalau obyektif dan jernih melihat reputasi dan rekam jejak maupun integritasnya maka tak ada yang diragukan dari Timsel ini, mengapa karena mereka bukan Timsel kaleng-kaleng, mereka dipilih secara transparan mereka hebat kok punya kualifikasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Romadhon optimistis dengan terpilihnya 11 Timsel tersebut tentu akan berdampak secara signifikan terhadap masa depan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Karena Timsel akan bekerja secara maksimal untuk menghasilkan komisioner atau penyelenggara Pemilu yang bisa memperbaiki serta meningkatkan kualitas demokrasi dan sistem Pemilu Indonesia menjadi lebih baik. Baca juga: Dominasi Pemerintah dalam Timsel Penyelenggara Pemilu 2024 Dikritik

"Saya optimis kualitas demokrasi dan pemilu ke depan semakin baik, sebab Timsel tau persis cara menghasilkan penyelenggara pemilu yang baik, outputnya nanti demokrasi dan pemilu jauh lebih baik," tutur Romadhon.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved