Di Hadapan Siswa Pendidikan Komando, KSAL: Banggalah Menjadi Prajurit Marinir
Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:08 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di dampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono memberikan motivasi kepada para siswa Dikko Korps Marinir TNI AL. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di dampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono memberikan motivasi kepada para siswa Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir TNI AL Angkatan 166 Tahun 2021.
Di hadapan para siswa calon prajurit petarung yang tengah menjalani tahap Lintas Medan (Limed) di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo ini, Yudo menegaskan bergabung menjadi prajurit Marinir TNI AL merupakan suatu kebanggaan sehingga setiap individu harus mampu menunjukkan kebanggaanya dengan menjaga kehormatan dan kemampuan tempur prajurit Marinir. Menurut Yudo, kebanggaan tersebut harus ditanamkan dalam diri setiap calon prajurit Marinir.
”Bangga sebagai prajurit-prajurit yang tangguh, profesional dan harus kuat menghadapi segala medan, di hutan, gunung dan laut. Banggalah kalian menjadi prajurit yang bisa di darat, di laut, di udara yang tidak dimiliki prajurit-prajurit lain. Kalian harus bangga menjadi prajurit-prajurit Marinir,” katanya. Baca juga: Sosok Jenderal Bintang 5 di Indonesia, Diberi Penghargaan karena Jasa-jasanya
Beratnya mengikuti Dikko Marinir, kata Yudo, harus diambil hikmahnya sebagai bekal dalam melaksanakan tugas operasional di kemudian hari. ”Nanti kalian juga akan mengalami seperti ini ketika nanti dinas. Kalian akan melaksanakan operasional di lapangan setelah lulus nanti di medan-medan seperti ini sehingga sudah dilatihkan dari awal, baik di gunung, di laut, baik di datar maupun ketinggian, jurang, itulah yang akan kalian jalani selama melaksanakan kedinasan,” katanya.
Limed dari Banyuwangi hingga Surabaya yang menempuh jarak sekitar 300 kilometer ini merupakan tahap akhir dari rangkaian Pendidikan Komando yang harus ditempuh oleh seorang calon prajurit Marinir. Dikko ini berlangsung selama kurang lebih 77 hari, diawali dengan tahap dasar komando, tahap laut, tahap hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG) dan ditutup dengan Limed.
Di hadapan para siswa calon prajurit petarung yang tengah menjalani tahap Lintas Medan (Limed) di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo ini, Yudo menegaskan bergabung menjadi prajurit Marinir TNI AL merupakan suatu kebanggaan sehingga setiap individu harus mampu menunjukkan kebanggaanya dengan menjaga kehormatan dan kemampuan tempur prajurit Marinir. Menurut Yudo, kebanggaan tersebut harus ditanamkan dalam diri setiap calon prajurit Marinir.
”Bangga sebagai prajurit-prajurit yang tangguh, profesional dan harus kuat menghadapi segala medan, di hutan, gunung dan laut. Banggalah kalian menjadi prajurit yang bisa di darat, di laut, di udara yang tidak dimiliki prajurit-prajurit lain. Kalian harus bangga menjadi prajurit-prajurit Marinir,” katanya. Baca juga: Sosok Jenderal Bintang 5 di Indonesia, Diberi Penghargaan karena Jasa-jasanya
Beratnya mengikuti Dikko Marinir, kata Yudo, harus diambil hikmahnya sebagai bekal dalam melaksanakan tugas operasional di kemudian hari. ”Nanti kalian juga akan mengalami seperti ini ketika nanti dinas. Kalian akan melaksanakan operasional di lapangan setelah lulus nanti di medan-medan seperti ini sehingga sudah dilatihkan dari awal, baik di gunung, di laut, baik di datar maupun ketinggian, jurang, itulah yang akan kalian jalani selama melaksanakan kedinasan,” katanya.
Limed dari Banyuwangi hingga Surabaya yang menempuh jarak sekitar 300 kilometer ini merupakan tahap akhir dari rangkaian Pendidikan Komando yang harus ditempuh oleh seorang calon prajurit Marinir. Dikko ini berlangsung selama kurang lebih 77 hari, diawali dengan tahap dasar komando, tahap laut, tahap hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG) dan ditutup dengan Limed.
Lihat Juga :