Dubes Rusia Sebut Vaksin Sputnik Dikirim ke Indonesia Tahun Depan
Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Lyudmila mengatakan sejak Agustus 2021 vaksin Sputnik V telah teregistrasi di Indonesia. Selain itu juga, vaksin ini telah terdaftar di 70 negara lainnya. Beberapa negara yang sudah menggunakan vaksin Sputnik V adalah Palestina dan Argentina. “Vaksin Sputnik V sudah terdaftar di Indonesia, pada 25 agustus 2021. Sejauh ini orang orang mengetahui vaksin ini bagus, efektif dan aman. Ini sudah terdaftar di 70 negara di dunia termasuk indonesia. Beberapa di antaranya Palestina dan Argentina,” katanya.
Lyudmila menambahkan Sputnik V merupakan vaksin paling efektif dibandingkan vaksin jenis lainnya yang diproduksi oleh Rusia. Efektivitas vaksin ini mencapai 95% dan tidak menimbulkan efek samping. “Di Rusia kita memiliki 4 jenis vaksin yang diproduksi oleh kami sendiri salah satunya Sputnik V. Vaksin ini lebih efektif daripada vaksin jenis lain, tidak ada efek samping. Orang tua saya 85 tahun menggunakan Sputnik V mereka semua baik baik saja tidak ada sesuatu masalah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Lyudmila menjelaskan, masyarakat Rusia tidak diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi, hal ini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). “Vaksinasi di negara kami betul-betul gratis, setiap orang bisa peroleh vaksin, ini bukanlah sebuah mandat, hanya untuk beberapa kategori seperti guru, dokter, tapi untuk sebagian orang tidak,” tambahnya.
Dia menyebut, vaksin di dunia ada 2 tipe yakni, vaksin yang inovatif seperti Pfizer, Moderna dan Sputnik. ”Kita juga bergabung memproduksi vaksin di beberapa negara seperti Emirates, South Korea, dan lain lain,” tuturnya.
Lyudmila menambahkan Sputnik V merupakan vaksin paling efektif dibandingkan vaksin jenis lainnya yang diproduksi oleh Rusia. Efektivitas vaksin ini mencapai 95% dan tidak menimbulkan efek samping. “Di Rusia kita memiliki 4 jenis vaksin yang diproduksi oleh kami sendiri salah satunya Sputnik V. Vaksin ini lebih efektif daripada vaksin jenis lain, tidak ada efek samping. Orang tua saya 85 tahun menggunakan Sputnik V mereka semua baik baik saja tidak ada sesuatu masalah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Lyudmila menjelaskan, masyarakat Rusia tidak diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi, hal ini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). “Vaksinasi di negara kami betul-betul gratis, setiap orang bisa peroleh vaksin, ini bukanlah sebuah mandat, hanya untuk beberapa kategori seperti guru, dokter, tapi untuk sebagian orang tidak,” tambahnya.
Dia menyebut, vaksin di dunia ada 2 tipe yakni, vaksin yang inovatif seperti Pfizer, Moderna dan Sputnik. ”Kita juga bergabung memproduksi vaksin di beberapa negara seperti Emirates, South Korea, dan lain lain,” tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :