Kasus Covid-19 Turun Drastis, Satgas Minta Pemda Jangan Lengah
Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Karena cukup tinggi baik kematian maupun kasus aktifnya sejalan dengan kondisi Bed of Ratio (BOR) atau ketersediaan tempat tidur pada provinsi tersebut. Papua dan Aceh sama-sama masuk ke dalam lima besar kematian dan kasus aktif tertinggi minggu ini, nyatanya juga termasuk ke dalam lima besar BOR tertinggi.
Papua sebesar 20,52%, dan Aceh 14,27%. Adapun provinsi lainnya yang mencatatkan BOR tertinggi adalah DI Yogyakarta sebesar 15,84%, Bali sebesar 11,28% dan NTT sebesar 11,44%. Kelima provinsi ini, jika dibandingkan angka BOR nasional 6,34%, masih terbilang rendah. Bahkan jika dibandingkan sebagian besar provinsi yang di bawah 10%.
"Maka perlu perhatian bagi 5 provinsi ini untuk segera turunkan BOR-nya. Dengan segera meningkatkan kualitas penanganan pasien Covid-19 agar seluruhnya dapat sembuh," lanjutnya.
Pemerintah daerah dimohon membaca data dan angka Covid-19 di wilayahnya masing-masing dan bandingkan dengan daerah lainnya serta angka nasional, sehingga dapat mengetahui posisi daerah masing-masing saat ini. Jika ternyata berada di posisi tertinggi, untuk perkembangan yang kurang baik. Seperti kasus aktif, kasus positif, kematian, dan BOR.
Maka segera koordinasikan dengan perangkat daerah atau pemerintah pusat jika diperlukan. "Penting untuk juga terus mengupayakan sinkronisasi data pusat dan daerah agar data yang tersedia saat ini akurat dan menggambarkan situasi sebenarnya. Tentunya kami berharap penurunan kasus baikan terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Wiku.
Papua sebesar 20,52%, dan Aceh 14,27%. Adapun provinsi lainnya yang mencatatkan BOR tertinggi adalah DI Yogyakarta sebesar 15,84%, Bali sebesar 11,28% dan NTT sebesar 11,44%. Kelima provinsi ini, jika dibandingkan angka BOR nasional 6,34%, masih terbilang rendah. Bahkan jika dibandingkan sebagian besar provinsi yang di bawah 10%.
"Maka perlu perhatian bagi 5 provinsi ini untuk segera turunkan BOR-nya. Dengan segera meningkatkan kualitas penanganan pasien Covid-19 agar seluruhnya dapat sembuh," lanjutnya.
Pemerintah daerah dimohon membaca data dan angka Covid-19 di wilayahnya masing-masing dan bandingkan dengan daerah lainnya serta angka nasional, sehingga dapat mengetahui posisi daerah masing-masing saat ini. Jika ternyata berada di posisi tertinggi, untuk perkembangan yang kurang baik. Seperti kasus aktif, kasus positif, kematian, dan BOR.
Maka segera koordinasikan dengan perangkat daerah atau pemerintah pusat jika diperlukan. "Penting untuk juga terus mengupayakan sinkronisasi data pusat dan daerah agar data yang tersedia saat ini akurat dan menggambarkan situasi sebenarnya. Tentunya kami berharap penurunan kasus baikan terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Wiku.
(rca)
Lihat Juga :