Kemewahan Bukan Jaminan Kebahagiaan

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 11:48 WIB
loading...
Kemewahan Bukan Jaminan...
Kemewahan Bukan Jaminan Kebahagiaan
A A A
JAKARTA - Hidup dalam gelimang kemewahan ternyata tak menjamin seseorang merasa nyaman dan bahagia. Buktinya ada sebagian orang yang akhirnya memilih mengakhiri hidup padahal mereka tak kekurangan harta benda.

Ada juga yang hidup berlimpah kemewahan tapi mereka tak bisa mencecap kemewahan tersebut, bersebab penyakit yang menggerogoti tubuhnya sehingga tak bisa mengonsumsi beragam makanan dan minuman lezat karena akan berpengaruh pada kesehatannya. Sebagian yang lain tak bisa menikmati harta yang dimiliki karena terlalu sibuk bekerja atau mungkin terlalu pelit untuk menggunakan hartanya. Dan seterusnya.

baca juga: Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja

Kisah tentang orang-orang yang hidupnya dikelilingi kemewahan akan tetapi tak bisa menikmati kemewahan tersebut memang menarik dan dapat membantu kita lebih banyak mensyukuri segala karunia kenikmatan yang telah diberikan oleh Tuhan. Mungkin saat ini kita hidup masih terbilang pas-pasan, harta yang kita miliki tak begitu banyak, tapi kita dikaruniai kesehatan yang bisa jadi tak dimiliki oleh sebagian orang-orang yang bergelimang kekayaan. Karenanya, bersyukur menjadi hal niscaya bagi kita. Tak perlu membanding-bandingkan takdir hidup kita dengan orang lain. Sebab Tuhan Maha Adil dalam memberikan jatah kenikmatan kepada setiap hamba-Nya.

Memang harus saya akui bahwa yang namanya hidup dikelilingi kemewahan itu sangat nikmat dan menyenangkan. Saya yakin setiap orang memimpikannya. Namun, yang perlu kita ingat, kemewahan bukan satu-satunya jalan yang mengantarkan kita pada kebahagiaan. Seperti yang dialami oleh perempuan bernama Anna dalam cerita berjudul “Perempuan Kelabu” karya Elizabeth Gaskell. Mungkin orang-orang menganggap hidupnya bahagia dan sempurna setelah dipinang dan dinikahi oleh seorang pria kaya. Sayangnya, anggapan mereka keliru.

baca juga: JK Rowling Kritik Transgender di Buku Barunya, #RIPJKRowling Jadi Trending

Monsieur de la Tourelle, pria berwajah tampan asal Prancis yang menikahi Anna memang terkenal kaya raya. Dia memiliki kastel yang kokoh dan indah dengan apartemen mewah di sampingnya. Di apartemen itulah Anna diboyong, meninggalkan Jerman dan keluarga yang begitu menyayanginya. Hidup jauh dari keluarga membuat Anna sedih, terlebih ketika ia diperlakukan tidak baik oleh para pelayan kastel. Bahkan, Anna merasa sangat takut dengan seorang pelayan pria yang tampangnya masam dan mencurigakan. Padahal menurut suaminya, pelayan lelaki itu adalah pelayan paling penting dan setia (hlm. 30).

Dari sekian banyak pelayan yang menghuni kastel, hanya satu pelayan yang akrab dan berusaha melindungi Anna. Dia adalah Amante, perempuan yang berasal dari Normandia. Hanya Amante yang benar-benar merasakan kesedihan dan memahami penderitaan Anna. Bahkan, Amante berusaha menyelamatkan Anna dengan cara membawa kabur, keluar dari kastel. Semua bermula ketika Anna, dibantu Amante, mencari-cari surat kiriman orangtuanya yang sengaja disembunyikan oleh seorang pelayan di kamar pribadi Tourelle. Di kamar tersebut justru Anna nyaris terperangkap dan tak bisa keluar. Terlebih saat ia menemukan sesosok mayat yang membuat Anna sangat syok dan ketakutan.

baca juga: 5 Penerbit Buku yang Menerima Naskah Penulis Pemula

Selain cerita “Perempuan Kelabu” ada tiga cerita lain yang bisa disimak dalam buku fiksi karangan penulis kelahiran Inggris ini. Cerita berjudul “Tiga Era dari Libbie Marsh” misalnya, menceritakan dua keluarga (Margareth Hall dan Nyonya Dixon) yang awalnya berseteru tapi akhirnya memilih berdamai. Berkat perantaraan Libbie-lah mereka akhirnya bisa menjalin hubungan yang lebih hangat. Semua bermula ketika Libbie, gadis muda yang berprofesi sebagai penjahit itu tinggal di rumah penginapan Nyonya Dixon. Libbie adalah gadis yang memiliki masa lalu yang begitu menyedihkan. Dia merasa kesepian setelah ayah dan ibunya pergi, adik lelakinya juga sudah meninggal dunia.

Rumah Nyonya Dixon bersebelahan dengan rumah Margareth Hall, seorang janda yang mencari nafkah sebagai tukang cuci. Margareth memiliki seorang anak lelaki bernama Frank Hall yang lemah dan telah lama sakit-sakitan. Di lingkungan para tetangganya, Margareth dikenal sebagai perempuan yang tidak ramah. Bahkan dia dianggap sebagai perempuan kurang ajar karena sifatnya yang suka menghardik orang-orang yang ditemuinya (hlm. 103).

Sebuah ide terlintas di benak Libbie ketika melihat penderitaan yang dialami oleh Frank, bocah malang yang terperangkap dalam kamarnya dan kerap ia lihat melalui jendela kamar rumah Nyonya Dixon. Libbie akhirnya memutuskan untuk memberikan hadiah yang menyenangkan untuk Frank. Sejak Frank menerima hadiah seekor burung dalam sangkar yang lucu, hari-harinya berubah menjadi lebih cerah dan berwarna. Margareth tentu berterima kasih pada Libbie dan hubungan yang semula retak dengan keluarga Nyonya Dixon menjadi lebih hangat.

Masih terdapat dua cerita lainnya, “Masalah Bessy di Rumah” dan “Penghilangan” yang bisa disimak langsung dalam buku genre fiksi ini. Buku ini mungkin bisa menjadi alternatif bacaan yang menghibur dan menyenangkan di waktu senggang Anda.

(Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen)


Judul Buku : Perempuan Kelabu


Penulis : Elizabeth Gaskell

Penerbit : Noktah, Yogyakarta

Cetakan : I, Agustus 2021

Tebal : 192 halaman

ISBN : 978-623-6175-25-5
(ymn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Gagasan Buku Lanskap...
Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya Diluncurkan
Dokter Tifa Luncurkan...
Dokter Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi
Buku tentang PDP dalam...
Buku tentang PDP dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global Diluncurkan
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
4.700 Perpustakaan Sekolah...
4.700 Perpustakaan Sekolah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Dorong Literasi
Rekomendasi
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved