PON XX, Atensi Negara dan Harga Diri Papua
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen tinggi pemerintah inilah yang menjadikan PON ke-XX tak sekadar menjadi event terakbar yang pernah dirasakan masyarakat setempat, namun juga sejarah besar perjalanan Papua. Atensi besar yang diikuti dengan pendirian sederet sarana olahraga (venue) dan fasilitas ini pun melengkapi komitmen pemerintahan Jokowi yang tak henti membangun berbagai infrastruktur di Papua selama ini.
Kendati tak diliputi keriuhan, diakui atau tidak, telah banyak program pemerintahan Jokowi yang memberikan atensi besar bagi kemajuan dan kemakmuran Papua. Terakhir, pemerintah dan DPR pun telah satu suara untuk memberikan perpanjangan dana Otsus Papua hingga 2041 mendatang. Melalui revisi UU No 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua, juga disepakati besaran dinaikkan menjadi 2,25% dari awalnya 2%.
Meski belum ideal, namun di balik ini tampak ada komitmen besar pemerintah untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat Papua secepatnya. Konsekuensinya, pembangunan demi pembangunan digencarkan demi pemerataan keadilan tersebut. Keadilan ini juga nyata terlihat ketika pemerintah memutuskan lokasi PON Papua terbagi hingga di empat wilayah, yakni di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke. Ini tak pernah terjadi di PON-PON sebelumnya. Di tiap wilayah ini, selain akhirnya dibangun venue-venue anyar, juga dilengkapi sarana pendukung seperti wisma atlet yang ke depan sangat bermanfaat khususnya dalam pengembangan olahraga bagi daerah setempat.
Gelaran PON yang resmi dibuka Jokowi hari ini dari Stadion Lukas Enembe, Kota Jayapura pun sejatinya adalah serpihan komitmen besar pemerintah itu. Langkah ini tentu belum final. Dibutuhkan kesungguhan sekaligus rasa tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaannya.
Dengan fakta itu, PON jelas sejatinya adalah kehormatan besar bagi masyarakat Papua. Dari event inilah, sesungguhnya menjadi potret atas harga diri yang saatnya dijunjung tinggi, hingga menjadi setara dengan warga lain di berbagai belahan bumi Indonesia.
Kendati tak diliputi keriuhan, diakui atau tidak, telah banyak program pemerintahan Jokowi yang memberikan atensi besar bagi kemajuan dan kemakmuran Papua. Terakhir, pemerintah dan DPR pun telah satu suara untuk memberikan perpanjangan dana Otsus Papua hingga 2041 mendatang. Melalui revisi UU No 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua, juga disepakati besaran dinaikkan menjadi 2,25% dari awalnya 2%.
Meski belum ideal, namun di balik ini tampak ada komitmen besar pemerintah untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat Papua secepatnya. Konsekuensinya, pembangunan demi pembangunan digencarkan demi pemerataan keadilan tersebut. Keadilan ini juga nyata terlihat ketika pemerintah memutuskan lokasi PON Papua terbagi hingga di empat wilayah, yakni di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke. Ini tak pernah terjadi di PON-PON sebelumnya. Di tiap wilayah ini, selain akhirnya dibangun venue-venue anyar, juga dilengkapi sarana pendukung seperti wisma atlet yang ke depan sangat bermanfaat khususnya dalam pengembangan olahraga bagi daerah setempat.
Gelaran PON yang resmi dibuka Jokowi hari ini dari Stadion Lukas Enembe, Kota Jayapura pun sejatinya adalah serpihan komitmen besar pemerintah itu. Langkah ini tentu belum final. Dibutuhkan kesungguhan sekaligus rasa tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaannya.
Dengan fakta itu, PON jelas sejatinya adalah kehormatan besar bagi masyarakat Papua. Dari event inilah, sesungguhnya menjadi potret atas harga diri yang saatnya dijunjung tinggi, hingga menjadi setara dengan warga lain di berbagai belahan bumi Indonesia.
(ynt)
Lihat Juga :