Pentingnya Pemimpin (Daerah) Memahami Informasi Geospasial
Selasa, 28 September 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Perencanaan Pembangunan nasional Berbasis T-H-I-S
Dalam kaitan dengan pengelolaan dan pembangunan wilayah luas Indonesia itu, Kementerian PPN/Bappenas, menerjemahkan pembangunan sebagai tercapainya kecerdasan kehidupan bangsa dengan segala macam atributnya. Sehingga perlu ada perencanaan pembangunan nasional yang sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, namun tetap tanggap terhadap perubahan. Untuk itu dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional, yang memandu: penyusunan perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional harus dilakukan dengan pendekatan money follow program. Sasaran perencanaan dengan pendekatan ini adalah mewujudkan hasil pembangunan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Baca juga: Universitas Pertamina Gandeng Industri Kembangkan Ilmu Teknologi Geospasial
Dalam penerapannya, pendekatan perencanaan yang disebut di atas, diformulasi sebagai THIS. Sebuah pendekatan yang tematik, holistik, integratif, dan spasial. Tematik, berarti terdapat penentuan tema prioritas dalam suatu jangka waktu perencanaan, holistik artinya penjabaran program Presiden dalam perencanaan yang menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Sedangkan integratif adalah pelaksanaan perencanaan program Presiden yang dilihat dari peran para pihak untuk mencapai keterpaduan sumber pendanaan, dan spasial sebagai penjabaran program Presiden dalam satu kesatuan wilayah dan keterkaitan antarwilayah.
Peran BIG (Badan Informasi Geospasial) dalam Perencanaan Pembanguan Nasional
Menerjemahkan peraturan pemerintah terkait perencanaan pembangunan nasional di atas, Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik Badan Informasi Geospasial Dr. Antonius Bambang Wijanarto menyampaikan,"Sekarang pembangunan tidak boleh sembarangan. Bila kita ingin menjadikan sebuah daerah menjadi pusat produksi pangan, itu harus didukung tema apa saja. Harus ada infrastrukturnya, harus ada irigasinya, harus ada penduduk yang bertani. Satu kegiatan didukung oleh bermacam-macam tema. Kemudian harus menjawab sesuatu yang holistik dan terintegrasi. Jadi tidak ada orang membangun irigasi di Gunungkidul di gunung-gunung padahal pertaniannya ada di tempat lain. Itu harus terintegrasi menjadi satu bagian, jadi outcome-nya akan lebih terasa. Mengapa spasial? Karena toh mau holistik dan integratif, datanya harus (di) spasialkan. Kunci untuk menjadi integratif, holistik, dan tematik, adalah spasial. Untuk mencapai THI itu harus ada S. Kalau tidak memakai itu, omong kosong".
Anton juga mengemukakan bahwa tujuan pembangunan nasional adalah melaksanakan pembangunan di daerah. "Mengapa daerah itu penting? Karena implementasi pembangunan itu ya mau ga mau ya di daerah. Walaupun itu kegiatan prioritas nasional, tapi yang akan berhadapan dengan pemanfaatan lahan. kan yang di daerah. Faktor inilah yang membuat IG (informasi geospasial) di daerah jadi penting. Ini karena yang memerintah di daerah harus jelas batas wilayahnya. Kalau lintas batas, maka lintas kewenangan IG juga. Ini harus diakomodir (oleh BIG). Pemerintah di daerah semisal gubernur atau pusat". Tersirat, BIG adalah badan negara yang memosisikan diri sebagai penunjang informasi geospasial yang diperlukan kepala daerah dalam pengelolaan dan pembangunan yang berbasis spasial, di daerah.
Dalam kaitan dengan pengelolaan dan pembangunan wilayah luas Indonesia itu, Kementerian PPN/Bappenas, menerjemahkan pembangunan sebagai tercapainya kecerdasan kehidupan bangsa dengan segala macam atributnya. Sehingga perlu ada perencanaan pembangunan nasional yang sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, namun tetap tanggap terhadap perubahan. Untuk itu dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional, yang memandu: penyusunan perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional harus dilakukan dengan pendekatan money follow program. Sasaran perencanaan dengan pendekatan ini adalah mewujudkan hasil pembangunan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Baca juga: Universitas Pertamina Gandeng Industri Kembangkan Ilmu Teknologi Geospasial
Dalam penerapannya, pendekatan perencanaan yang disebut di atas, diformulasi sebagai THIS. Sebuah pendekatan yang tematik, holistik, integratif, dan spasial. Tematik, berarti terdapat penentuan tema prioritas dalam suatu jangka waktu perencanaan, holistik artinya penjabaran program Presiden dalam perencanaan yang menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Sedangkan integratif adalah pelaksanaan perencanaan program Presiden yang dilihat dari peran para pihak untuk mencapai keterpaduan sumber pendanaan, dan spasial sebagai penjabaran program Presiden dalam satu kesatuan wilayah dan keterkaitan antarwilayah.
Peran BIG (Badan Informasi Geospasial) dalam Perencanaan Pembanguan Nasional
Menerjemahkan peraturan pemerintah terkait perencanaan pembangunan nasional di atas, Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik Badan Informasi Geospasial Dr. Antonius Bambang Wijanarto menyampaikan,"Sekarang pembangunan tidak boleh sembarangan. Bila kita ingin menjadikan sebuah daerah menjadi pusat produksi pangan, itu harus didukung tema apa saja. Harus ada infrastrukturnya, harus ada irigasinya, harus ada penduduk yang bertani. Satu kegiatan didukung oleh bermacam-macam tema. Kemudian harus menjawab sesuatu yang holistik dan terintegrasi. Jadi tidak ada orang membangun irigasi di Gunungkidul di gunung-gunung padahal pertaniannya ada di tempat lain. Itu harus terintegrasi menjadi satu bagian, jadi outcome-nya akan lebih terasa. Mengapa spasial? Karena toh mau holistik dan integratif, datanya harus (di) spasialkan. Kunci untuk menjadi integratif, holistik, dan tematik, adalah spasial. Untuk mencapai THI itu harus ada S. Kalau tidak memakai itu, omong kosong".
Anton juga mengemukakan bahwa tujuan pembangunan nasional adalah melaksanakan pembangunan di daerah. "Mengapa daerah itu penting? Karena implementasi pembangunan itu ya mau ga mau ya di daerah. Walaupun itu kegiatan prioritas nasional, tapi yang akan berhadapan dengan pemanfaatan lahan. kan yang di daerah. Faktor inilah yang membuat IG (informasi geospasial) di daerah jadi penting. Ini karena yang memerintah di daerah harus jelas batas wilayahnya. Kalau lintas batas, maka lintas kewenangan IG juga. Ini harus diakomodir (oleh BIG). Pemerintah di daerah semisal gubernur atau pusat". Tersirat, BIG adalah badan negara yang memosisikan diri sebagai penunjang informasi geospasial yang diperlukan kepala daerah dalam pengelolaan dan pembangunan yang berbasis spasial, di daerah.
Lihat Juga :