New Normal Bisa Jadi Peluang Penyelamatan Ekonomi Nasional
Senin, 01 Juni 2020 - 20:03 WIB
loading...
Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), Lukman Edy melihat bahwa New Normal ini bisa menjadi sebuah peluang bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melontarkan wacana kebijakan terobosan dalam rangka menangani COVID-19 yakni Tata Kehidupan Normal Baru atau biasa disebut New Normal. Meskipun dihujani pro dan kontra, ada juga yang berpandangan bahwa bangsa Indonesia perlu segera move on atau bangkit dari tata kehidupan yang mandeg selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19 sejak Maret lalu, khususnya menyelamatkan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), Lukman Edy tidak hanya mendukung adanya New Normal. Dia juga melihat bahwa New Normal ini bisa menjadi sebuah peluang bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir. (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)
“Layaknya nafas yang kemarin tidak leluasa selama lockdown dan PSBB, di masa New Normal nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan New Normal mesti dilihat sebagai momentum positif,” ujar Lukman saat dihubungi, Senin (1/6/2020).
Menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini, New Normal akan membuka potensi bahkan menyelamatkan kelangsungan hidup masyarakat, terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi COVID-19 ini. Sebab, apabila situasi ini dibiarkan maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara.
“Ini kebijakan yang genuin untuk menyelamatkan perekonomian negara,” tegasnya.
Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI), Lukman Edy tidak hanya mendukung adanya New Normal. Dia juga melihat bahwa New Normal ini bisa menjadi sebuah peluang bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir. (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)
“Layaknya nafas yang kemarin tidak leluasa selama lockdown dan PSBB, di masa New Normal nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan New Normal mesti dilihat sebagai momentum positif,” ujar Lukman saat dihubungi, Senin (1/6/2020).
Menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini, New Normal akan membuka potensi bahkan menyelamatkan kelangsungan hidup masyarakat, terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemi COVID-19 ini. Sebab, apabila situasi ini dibiarkan maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara.
“Ini kebijakan yang genuin untuk menyelamatkan perekonomian negara,” tegasnya.
Lihat Juga :