Cerita Jean Walters, Molly Bondan, dan J Edgar: 3 Perempuan Australia Pendukung Kemerdekaan RI

loading...
Cerita Jean Walters, Molly Bondan, dan J Edgar: 3 Perempuan Australia Pendukung Kemerdekaan RI
Jean Tahija ketika praktik sebagai dokter gigi di sebuah rumah sakit di Jakarta, 1951. (Foto: Istimewa).
JAKARTA - Jean Walters berkenalan dengan Julius Tahija di Melbourne, Australia. Tahija adalah tentara KNIL yang kelak menjadi ajudan Jenderal TB Simatupang dan setelah itu pengusaha nasional.

Baca juga: Soal Kemerdekaan Pers, Mahfud MD Sebut Kekuasaan Pemerintah Adalah Residu

"Hanya ada satu hal baik tentang perang ini. Tanpa perang ini aku tidak akan pernah berjumpa dengan dirimu".

Selarik kalimat itu penggalan dari surat yang ditulis Julius Tahija kepada kekasihnya, Jean Falkner Walters. Tahija, tentara Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) yang terdampar di Australia akibat runtuhnya kekuasaan Kerajaan Belanda atas koloninya, Hindia Belanda (Indonesia), pada Maret 1942.



Baca juga: Cerita Pangreh Praja Bojonegoro dan Para Benalu Penghalang Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Adapun Jean Walters merupakan dokter gigi pada sebuah rumah sakit di Melbourne, tak lama setelah dia lulus dari Melbourne University, 1940. Julius Tahija kelak dikenal sebagai ajudan Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia, Jenderal TB Simatupang.

Tahija juga pernah menjabat Menteri Urusan Sosial, Menteri Penerangan dan Menteri Ekonomi di era RIS. Selepas pensiun dari militer, dia menjadi pengusaha nasional. Tahija merupakan salah satu pendiri PT Freeport Indonesia dan mantan Presdir PT Caltex Pacific Indonesia, yang belum lama ini beralih menjadi Pertamina Hulu Rokan.

Australia saat itu merupakan negara tempat pelarian Hindia Belanda. Dalam tulisan 'The Indonesian Exiles in Australia, 1942-1947' karya Rupert Lockwood, banyak diulas sisi lain dari hubungan Australia dan Hindia Belanda di kala Perang Dunia II.

Pegiat sejarah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rino Surya Budisaputra dalam artikelnya menuturkan, Rupert merupakan salah seorang dari sedikit wartawan Australia yang pernah meliput di Hindia Belanda sebelum perang. Dia saat itu sebagai koresponden Reuters untuk Singapore dan Malaya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top