Cerita Jean Walters, Molly Bondan, dan J Edgar: 3 Perempuan Australia Pendukung Kemerdekaan RI

Selasa, 28 September 2021 - 06:46 WIB
loading...
A A A
Dalam keadaan perang inilah Julius Tahija bersama rekannya, Mohammad Bondan dan Zakaria, merajut asmara dengan gadis-gadis Benua Kanguru. Julius Tahija berkenalan dengan Jean Walters di Melbourne.

Sementara Mohammad Bondan bersua Marry Alithea Warner yang kemudian dikenal luas sebagai Molly Bondan di Brisbane, dan Zakaria berjodoh dengan Jean Edgar. Bondan dan Zakaria merupakan penghuni interniran (kamp konsentrasi) politik Belanda di Boven Digoel yang sempat dipindahkan ke Australia.

Jean Walters dalam biografinya berjudul 'An Unconventional Woman' terbitan Penguin Books Australia pada 1998 menceritakan jalan hidupnya, juga Molly dan Jean Edgar.

Awal Kenal Julius Tahija

Jean Falkner Walters lahir di East Brunswick, Melbourne, Victoria pada 3 Februari 1916. Dia anak perwira polisi yang berdinas di Victoria Police.

Ketika dalam masa studi di jurusan kedokteran gigi Melbourne University, dia merupakan satu-satunya perempuan dari 24 mahasiswa di angkatannya. Pendidikan tinggi bagi perempuan Australia kala itu merupakan hal yang langka, terlebih bagi kaum kelas menengah.

Perkenalan Jean Walters dengan Hindia Belanda bermula saat orangtuanya mengundang beberapa serdadu KNIL yang bermarkas di Camp Pell, Melbourne, untuk jamuan minum teh. Untuk membalas kebaikan itu, Julius Tahija pun menelepon untuk mengucapkan terima kasih.

Spontan, orang tua Jean Walters mengundang kembali Julius Tahija untuk minum teh keesokan harinya. "Cinta pada pandangan pertama tatkala dia (Jean Walkers) membuka pagar rumah untuk Julius Tahija yang baru tiba," ujar buku itu.

Cinta tak bertepuk sebelah tangan, Julius Tahija juga merasakan hal yang sama. Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk saling merajut kisah asmara. Beberapa waktu kemudian Julius Tahija diterjunkan dalam suatu misi rahasia.

Dalam reportase The Canberra Times terbitan 28 Oktober 1942 yang berjudul "Javanese Honoured Gallant, Band of Defenders" disebutkan bahwa pasukan Tahija terdiri atas 13 orang berhasil membunuh 200 orang laskar Jepang yang mendarat di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar. Tak ayal Ratu Wilhelmina langsung mengganjar Julius Tahija dengan tanda jasa tertinggi, Militaire Willems-Orde.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2035 seconds (11.210#12.26)