Luhut Ungkap Alasan Perketat Perjalanan Luar Negeri dari AS dan Turki

Senin, 27 September 2021 - 19:35 WIB
loading...
Luhut Ungkap Alasan...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Turki yang masuk kategori penularan Covid-19 cukup tinggi. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan memperketat kedatangan pelaku perjalanan internasional terutama dari negara yang memiliki penularan Covid-19 cukup tinggi atau level 4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Turki yang termasuk dalam kategori penularan Covid-19 cukup tinggi.

Sehingga, pelaku perjalanan dari negara-negara tersebut harus melakukan karantina selama 8 hari. “Proses karantina yang selama ini 8 hari tetap kita lakukan itu karena dari hasil dari epidemiolog itu 2 hari sudah kelihatan apa namanya reaksi kalau dia kena untuk varian Delta ini. Jadi kita masih cukup oke mengenai itu,” kata Luhut dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (27/9/2021).

Begitu pula dengan Arab Saudi. Walaupun penularan Covid-19 di Arab Saudi rendah, namun pelaku perjalanan harus langsung melakukan karantina. “Jadi sekarang tidak diperiksa di airport langsung dikarantina,” katanya.

Baca juga: Luhut Pandjaitan Ungkap Alasannya Perkarakan Haris Azhar dan Fatia

Bahkan, Luhut menegaskan penerbangan luar negeri pun akan diatur agar tidak terjadi penumpukan. “Jadi ini untuk menghindari hal-hal lain,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Lembaga Riset Bereaksi...
Lembaga Riset Bereaksi Atas Pernyataan Luhut Soal Kritikan Pengamat Tanpa Data Akurat
Usai Lebaran ke Rumah...
Usai Lebaran ke Rumah Jokowi, Luhut Pandjaitan Bicara Agak Keras Sedikit soal Pengamat-pengamat
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved