Buka Munas-Konbes NU 2021, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Adanya Tantangan Besar
Sabtu, 25 September 2021 - 18:38 WIB
loading...
Wapres KH Ma’ruf Amin secara resmi membuka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Ami n secara resmi membuka pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2021 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (25/9/2021).
Ma’ruf mengklaim hingga kini NU merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang mampu menjaga keutuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, ia berharap pengurus NU mampu menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Beragam Sentra Vaksinasi Percepat Herd Immunity
“Ke depan bukan tidak ada tantangan tapi banyak tantangan. Bahkan tidak mustahil tantangan itu akan lebih besar yang harus dihadapi NU. Ini yang harus kita persiapkan,” ujar Ma’ruf.
Dia mengatakan paham radikalisme berkembang pesat di Indonesia. Menurut dia, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi NU agar ideologi radikal tidak semakin meluas.
“Banyak paham-paham yang radikalisme tetapi juga ada paham yang apatisme terhadap masalah agama. Dan tidak jarang juga ada paham yang antiagama sehingga agama itu hanya di masjid saja. Agama hanya mengurusi urusan ibadah saja. Tidak boleh dalam masalah sosial,” jelasnya.
Selain itu, Ma’ruf mengklaim hingga kini keutuhan NU masih tetap terjaga. Sedangkan, banyak organisasi lain yang menurut Ma’ruf tidak mampu mempertahankan keutuhannya.
“Banyak organisasi lain yang terpecah menjadi dua, bahkan lebih. Keutuhan ini tentu berkat dari perilaku dan sikap para tokoh NU, para ulama yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadinya. Maslahat NU jauh lebih besar. Ini merupakan inayah (pertolongan), himayah rabbaniyah, perlindungan Allah yang kita syukuri,” tutur Ma’ruf.
Ma’ruf mengklaim hingga kini NU merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang mampu menjaga keutuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, ia berharap pengurus NU mampu menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Beragam Sentra Vaksinasi Percepat Herd Immunity
“Ke depan bukan tidak ada tantangan tapi banyak tantangan. Bahkan tidak mustahil tantangan itu akan lebih besar yang harus dihadapi NU. Ini yang harus kita persiapkan,” ujar Ma’ruf.
Dia mengatakan paham radikalisme berkembang pesat di Indonesia. Menurut dia, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi NU agar ideologi radikal tidak semakin meluas.
“Banyak paham-paham yang radikalisme tetapi juga ada paham yang apatisme terhadap masalah agama. Dan tidak jarang juga ada paham yang antiagama sehingga agama itu hanya di masjid saja. Agama hanya mengurusi urusan ibadah saja. Tidak boleh dalam masalah sosial,” jelasnya.
Selain itu, Ma’ruf mengklaim hingga kini keutuhan NU masih tetap terjaga. Sedangkan, banyak organisasi lain yang menurut Ma’ruf tidak mampu mempertahankan keutuhannya.
“Banyak organisasi lain yang terpecah menjadi dua, bahkan lebih. Keutuhan ini tentu berkat dari perilaku dan sikap para tokoh NU, para ulama yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadinya. Maslahat NU jauh lebih besar. Ini merupakan inayah (pertolongan), himayah rabbaniyah, perlindungan Allah yang kita syukuri,” tutur Ma’ruf.
Lihat Juga :