Wapres Sebut Upaya Penurunan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 Paling Berat

loading...
Wapres Sebut Upaya Penurunan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 Paling Berat
Wapres Maruf Amin mengatakan adanya pandemi Covid-19 berdampak pada adanya penambahan angka kemiskinan. Foto/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan adanya pandemi Covid-19 berdampak pada adanya penambahan angka kemiskinan. Pemerintah sendiri telah menetapkan untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0% di tahun 2024.

“Kalau seluruhnya itu (angka kemiskinan) jumlahnya 27 juta lebih. Yang ekstrem sekitar 10 juta lebih. Nah yang ingin diselesaikan sampai 2024 itu yang 10 juta itu,” katanya saat mengunjungi Sentra Vaksinasi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Maruf menyebut bahwa Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan telah membuat target tahunan untuk merealisasikan angka kemiskinan ekstrem 0% di tahun 2024. Namun begitu dia mengakui bahwa upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem tahun ini adalah yang paling berat.

“Untuk 2021 itu sekitar 20%, 2 juta lebih. Dan ini memang paling berat karena waktunya tinggal sebentar,” ujarnya.



Baca juga: Catat! Sambut HUT ke-7, Ini 7 Titik Sentra Vaksinasi Gratis Partai Perindo

Dia mengatakan tambahan untuk tahun 2021 terdapat 7 provinsi dengan 35 kabupaten/kota yang menjadi target penurunan angka kemiskinan ekstrem. Di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Maluku, Papua, Papua Barat.

“Ini yang paling sulit untuk mencapai di 2021 karena memang kondisinya yang sangat berat, tapi kita sudah berusaha,” ungkapnya.

Sementara itu target penurunan angka kemiskinan tahun 2022, dan 2023 itu berkisar antara 30-35%. Sisanya nanti di 2024. “Jadi diharapkan kalau tidak ada hambatan, yang ekstrem 2024 bisa selesai,” tuturnya.

Maruf mengaku bahwa peta jalan atau roadmap penuntasan angka kemiskinan ekstrem sudah disiapkan. Namun terkait realisasinya tergantung dengan situasi dan kondisi yang ada.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top