Jokowi Sebut Indonesia Berhasil Kurangi Deforestasi Akibat Karhutla hingga 82%
Kamis, 23 September 2021 - 06:13 WIB
loading...
Presiden Jokowi menyebut Indonesia telah berhasil mengurangi dampak deforestasi atas kebakaran hutan sebesar 82% pada 2020. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia telah berhasil mengurangi dampak deforestasi atas kebakaran hutan sebesar 82% pada 2020. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap Green and Economy Sustainable yang akan menjadi salah satu prioritas Indonesia.
"Tingkat deforestasi telah turun secara signifikan, terendah dalam 20 tahun. Di tingkat global, Indonesia akan mengedepankan pembagian beban. Dalam menghadapi agenda global yang menantang ini, Indonesia menegaskan kembali harapan dan dukungannya terhadap multilateralisme," jelas UN General Assembly (UNGA) ke 76, Kamis (23/9/2021). Baca juga: Presiden Jokowi Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-76
Jokowi menambahkan Indonesia juga berkomitmen terhadap ketahanan iklim, pembangunan rendah karbon dan teknologi lingkungan secara tegas dan jelas. Namun, menurutnya proses transformasi energi dan teknologi harus diperlukan partisipasi negara berkembang dalam pengembangan industri agar dapat menjadi produsen teknologi. Baca juga: Pemahaman Masyarakat Soal Hutan Dinilai Penting untuk Antisipasi Karhutla
"Pandemi Covid-19 mengingatkan kita akan pentingnya diversifikasi sentra produksi vaksin di seluruh dunia," imbuhnya.
"Tingkat deforestasi telah turun secara signifikan, terendah dalam 20 tahun. Di tingkat global, Indonesia akan mengedepankan pembagian beban. Dalam menghadapi agenda global yang menantang ini, Indonesia menegaskan kembali harapan dan dukungannya terhadap multilateralisme," jelas UN General Assembly (UNGA) ke 76, Kamis (23/9/2021). Baca juga: Presiden Jokowi Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-76
Jokowi menambahkan Indonesia juga berkomitmen terhadap ketahanan iklim, pembangunan rendah karbon dan teknologi lingkungan secara tegas dan jelas. Namun, menurutnya proses transformasi energi dan teknologi harus diperlukan partisipasi negara berkembang dalam pengembangan industri agar dapat menjadi produsen teknologi. Baca juga: Pemahaman Masyarakat Soal Hutan Dinilai Penting untuk Antisipasi Karhutla
"Pandemi Covid-19 mengingatkan kita akan pentingnya diversifikasi sentra produksi vaksin di seluruh dunia," imbuhnya.
(cip)
Lihat Juga :