KJRI New York dan BP2MI Gali Potensi Penempatan Pekerja Migran di AS

Rabu, 22 September 2021 - 07:17 WIB
loading...
KJRI New York dan BP2MI...
KJRI New York bekerja sama dengan BP2MI mengadakan diskusi dengan warga/diaspora Indonesia tentang sosialisasi kebijakan penempatan dan perlindungan PMI di luar negeri, Senin (20/9/2021). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - KJRI New York bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah mengadakan diskusi dengan warga/diaspora Indonesia tentang sosialisasi kebijakan penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, Senin (20/9/2021).

Dengan memperhatikan jumlah undangan berdasarkan ketentuan protokol kesehatan Kota New York, acara temu diaspora dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Indonesia antara lain Maesa (Minahasa), Parsadaan Bangso Batak (PBB), Pasundan, Cakra, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Komunitas Ambon, DWP KJRI New York, Permias NYC dan lain sebagainya. Acara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Selain warga/diaspora Indonesia yang hadir secara langsung (in person), acara juga diikuti oleh mereka yang hadir dari luar kota New York melalui media zoom meeting (online).

Baca juga: BP2MI Gagalkan Penyelundupan 21 Calon Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Konjen RI New York, Arifi Saiman dalam sambutannya menyampaikan pihaknya bersama BP2MI mencoba melakukan pendekatan dengan berbagai stakeholders di AS, khususnya potential users dan lembaga sertifikasi, untuk dapat melakukan kerja sama.

"Baik dengan dukungan pemerintah, universitas maupun B to B dalam hal pengembangan akses penempatan pekerja migran Indonesia di pasar Amerika Serikat, khususnya di wilayah kerja KJRI New York," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (22/9/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Rekomendasi
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Berita Terkini
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved