Lapas Sesak karena Arus Masuk Deras, Komnas HAM: Psikologis Orang Indonesia Penyebabnya
Senin, 20 September 2021 - 18:32 WIB
loading...
Keinginan untuk menghukum orang yang dianggap bersalah untuk masuk penjara menjadi penyebab penghuni lapas melebihi kapasitas. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komnas HAM Amiruddin Al-Rahab mengatakan psikologis orang Indonesia menjadi salah satu penyebab derasnya arus masuk ke lembaga pemasyarakatan (lapas). Di Indonesia, orang yang dinilai salah harus dituntut masuk penjara.
“Psikologi orang Indonesia, orang kalau dinilai bersalah harus masuk penjara yang kita sebut lapas. Apa pun masalahnya,” ujar Al-Rahab dalam diskusi Mencari Jalan Keluar Overcrowded di Tempat-Tempat Tahanan dalam kanal Youtube Humas Komnas HAM RI, Senin (20/09/2021).
Baca juga: Komnas HAM Papua Tegaskan Serangan KKB ke Nakes Tidak Bisa Dibenarkan
Bahkan menurutnya, dalam tindak pidana ringan kerap kali orang dimasukkan ke dalam tahanan. Imbasnya, hal inilah yang membuat lapas menjadi kelebihan kapasitas. “Bayangkan, orang yang hanya divonis tiga bulan di dakwaannya kena UU ITE, harus juga dimasukan ke dalam lapas,” ujarnya.
“Oleh karena itu kesadaran umum, kesadaran publik tentang mengoreksi kesalahan kita ya cuman di lapas itu saja, tidak ada yang lain,” sambungnya.
“Psikologi orang Indonesia, orang kalau dinilai bersalah harus masuk penjara yang kita sebut lapas. Apa pun masalahnya,” ujar Al-Rahab dalam diskusi Mencari Jalan Keluar Overcrowded di Tempat-Tempat Tahanan dalam kanal Youtube Humas Komnas HAM RI, Senin (20/09/2021).
Baca juga: Komnas HAM Papua Tegaskan Serangan KKB ke Nakes Tidak Bisa Dibenarkan
Bahkan menurutnya, dalam tindak pidana ringan kerap kali orang dimasukkan ke dalam tahanan. Imbasnya, hal inilah yang membuat lapas menjadi kelebihan kapasitas. “Bayangkan, orang yang hanya divonis tiga bulan di dakwaannya kena UU ITE, harus juga dimasukan ke dalam lapas,” ujarnya.
“Oleh karena itu kesadaran umum, kesadaran publik tentang mengoreksi kesalahan kita ya cuman di lapas itu saja, tidak ada yang lain,” sambungnya.
Lihat Juga :