Mengenal Irjen Rudy Sufahriadi, Sosok di Balik Tewasnya Teroris Ali Kalora

loading...
Mengenal Irjen Rudy Sufahriadi, Sosok di Balik Tewasnya Teroris Ali Kalora
Salah satu pucuk pimpinan dalam penangkapan Ali Kalora yang juga pimpinan kelompok MIT Poso adalah Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang juga memimpin Satgas Madago Raya. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Tewasnya pucuk pimpinan Teroris Poso Ali Ahmad alias Ali Kalora serta salah satu teroris Poso lainnya Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama pada Sabtu (18/9/2021) menjadi angin segar bagi institusi Polri di tengah meredam aksi teror dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau teroris di Papua.

Salah satu pucuk pimpinan dalam penangkapan Ali Kalora yang juga pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia timur (MIT) Poso adalah Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang juga memimpin Satgas Madago Raya. Baca juga: Polri Tegaskan Operasi Penangkapan Ali Kalora Sesuai SOP

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui Irjen Pol Rudy Sufahriadi lahir pada 23 Agustus 1965. Dia adalah seorang perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1988 dengan bidang keahlian reserse.

Jenderal bintang dua ini pada 25 Agustus 2021 lalu mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah. Diketahui pada tanggal 10 November 2005 silam saat resmi menjadi Kapolres Poso, Rudy Sufahriadi yang baru dua bulan menjabat hampir menjadi korban penembakan teroris.



Pada tanggal 24 Januari 2006, setelah dirinya selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Poso, Rudy ditembak dari jarak dekat oleh salah satu dari dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King.

Namun, dirinya dalam kondisi sigap dan berhasil menghindari tembakan tersebut. Rudy sendiri tidak sedang dalam pengawalan pada saat itu.

Identitas kedua teroris tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian. Pelaku yang menembak Rudy adalah Enal Tao, sementara yang membawa motor adalah Yono Sayur. Enal tewas di Aceh pada tahun 2010, sementara Yono tewas ditembak pasukan Operasi Tinombala pada tanggal 10 November 2016.

Rudy Sufahriadi kemudian sempat berpindah-pindah jabatan. Jabatan penting yang pernah ia emban di antaranya yakni:
- Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya (1997)
- Komandan Batalyon A Satuan Brimob Polda Papua (2000)
- Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku (2001)
- Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri (2004)
- Kepala Kepolisian Resor Poso (2005)
- Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2007)
- Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya (2007)
- Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (2009)
- Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri (2010)
- Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010)
- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2016)
- Kepala Korps Brimob Polri (2018)
- Asisten Operasi Kapolri (2019)
- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (2019)
- Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)
- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2021)

Sejumlah kasus yang pernah ia tangani sebagian besar berada di wilayah Sulawesi Tengah. Dimulai sejak 2005-2007 mengikuti Operasi Antiteror Bareskrim Poso. Kemudian pada 2016-2018 dalam Operasi Tinombala dan di 2021 terjun dalam Operasi Madago Raya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top