Kemnaker dan KAGAMA Kaltim Sinergi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja Indonesia

loading...
Kemnaker dan KAGAMA Kaltim Sinergi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar sanusi yang menyaksikan MoU tersebut, menyatakan bahwa MoU ini menjadi jembatan agar menghasilkan pelatihan-pelatihan yang lebih berkualitas dan lebih memberikan dampak kepada masyarakat luas.
SAMARINDA - Kementerian Ketenagakerjaan bersama Keluarga Alummi Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Kalimantan Timur bersinergi guna meningkatkan kompetensi angkatan kerja Indonesia..

Sinergi terjalin setelah Kemnaker melalui Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Samarinda bersama KAGAMA Kaltim pada Jumat (17/9/2021) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda dengan KAGAMA Kaltim pada Sabtu (18/9/2021) menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kedua MoU dilaksanakan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi yang menyaksikan MoU tersebut, menyatakan bahwa MoU ini menjadi jembatan agar menghasilkan pelatihan-pelatihan yang lebih berkualitas dan lebih memberikan dampak kepada masyarakat luas.

"Saya berharap dengan adanya kolaborasi, kerja sama BLK, Balai K3, KAGAMA ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi SDM di mana bumi kita di pijak, yaitu di Kalimantan khususnya dan Indonesia umumnya," ujar Sekjen Anwar.



Menurut Sekjen Anwar, dalam upaya meningkatan kompetensi harus memperhatikan bidang atau sasaran yang ingin dikembangkan seusai dengan kebutuhan di daerah setempat.

Hal ini, katanya, sesuai dengan Sembilan Lompatan Besar Kemnaker yang telah dicanangkan oleh Menaker Ida Fauziyah. Di antaranya terkait Transformasi BLK dan Link and Match Ketenagakerjaan.

"Di sini pengembangan untuk sektor industri, alat berat, pertambangan, kemudian ada juga pertanian. Kami sangat berharap, di sektor-sektor itu semakin bisa memberikan perannya," ucapnya.

Khusus terkait pertanian, katanya, sektor tersebut termasuk yang tidak terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu memanfaatkan potensi sektor pertanian menjadi hal yang penting guna meningkatkan pendapatan petani

"Namun, tidak hanya pelatihan cara memproduksi saja, tapi harus dikembangkan paskaproduksinya, paskapanen, misalnya terkait pengolahan bahan makanan, kemudian pemasaran produk-produk pertanian," ucapnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top