Tokoh Intelijen Desak Pemerintah Segera Pulangkan WNI di Luar Negeri
Selasa, 21 April 2020 - 19:18 WIB
loading...
Tokoh intelijen senior Suhendra Hadikuntono meminta pemerintah memulangkan WNI di negara-negara y ang menerapkan lockdown. Foto/SINDOnews/abdul rochim
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah diminta memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown (penutupan wilayah) seperti Malaysia dan Amerika Serikat (AS). (Baca juga: Sudah 7.135 Orang Terinfeksi Corona, 616 Meninggal dan 842 Sembuh)
Tokoh intelijen senior Suhendra Hadikuntono mengatakan, nasib ribuan WNI di luar negeri yang terjebak akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sangat memprihatinkan. "Nasib WNI yang terjebak di negara-negara yang menerapkan lockdown sungguh memprihatinkan. Mereka harus segera dipulangkan ke Tanah Air, bagaimana pun caranya," ujar Suhendra, Selasa (21/4/2020).
Di Malaysia, misalnya, ribuan WNI yang mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nasibnya terkatung-katung sejak pemerintah Negeri Jiran menerapkan kabijakan lockdown. "Bahkan banyak di antara WNI itu yang terancam kelaparan karena tidak masuk list daftar bantuan pemerintah Malaysia," katanya.
Suhendar mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan Malaysia untuk memantau kondisi WNI di sana. Termasuk juga dengan Singapura, Hong Kong, dan sejumlah negara lain."Kalau memang tidak bisa dengan pesawat, mereka bisa dipulangkan dengan kapal laut. Pemerintah RI harus bertindak cepat," jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah harus segera mencari solusi alternatif untuk memulangkan para WNI yang terjebak di negara lain. "Ini menyangkut kemanusiaan,” lanjut Suhendra.
Tokoh intelijen senior Suhendra Hadikuntono mengatakan, nasib ribuan WNI di luar negeri yang terjebak akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sangat memprihatinkan. "Nasib WNI yang terjebak di negara-negara yang menerapkan lockdown sungguh memprihatinkan. Mereka harus segera dipulangkan ke Tanah Air, bagaimana pun caranya," ujar Suhendra, Selasa (21/4/2020).
Di Malaysia, misalnya, ribuan WNI yang mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nasibnya terkatung-katung sejak pemerintah Negeri Jiran menerapkan kabijakan lockdown. "Bahkan banyak di antara WNI itu yang terancam kelaparan karena tidak masuk list daftar bantuan pemerintah Malaysia," katanya.
Suhendar mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan Malaysia untuk memantau kondisi WNI di sana. Termasuk juga dengan Singapura, Hong Kong, dan sejumlah negara lain."Kalau memang tidak bisa dengan pesawat, mereka bisa dipulangkan dengan kapal laut. Pemerintah RI harus bertindak cepat," jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah harus segera mencari solusi alternatif untuk memulangkan para WNI yang terjebak di negara lain. "Ini menyangkut kemanusiaan,” lanjut Suhendra.