Kasus Covid-19 Turun, Masyarakat Harus Tetap Hati-hati
Selasa, 14 September 2021 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, penegakan tegas yang konsisten dinilai tetap perlu diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar. Karena, menurut dia, tindakan tegas bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19. “Kalau melanggar ya tentu dapat dilakukan denda atau sanksi apa pun itu, kalau yang melakukan (disiplin) ya diapresiasi,” tuturnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 2.577 Sehari, Berikut Sebaran di 34 Provinsi
Sekadar diketahui, PPKM kembali diperpanjang oleh pemerintah hingga 20 September. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus memberlakukan PPKM di wilayah Jawa dan Bali, maupun di luar kedua pulau itu dengan evaluasi setiap pekan. "Arahan Presiden, perintah kepada kami kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 ini terkendali. Karena PPKM ini salah satu alat kita yang paling penting," kata Luhut.
Masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan level PPKM pun diwanti-wanti. Euforia berlebihan dianggap berbahaya karena bisa membuat kasus Covid-19 kembali meningkat. "Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan euforia dari masyarakat yang tidak disertai protokol kesehatan, implementasi PeduliLindungi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya," ujar Luhut.
Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 2.577 Sehari, Berikut Sebaran di 34 Provinsi
Sekadar diketahui, PPKM kembali diperpanjang oleh pemerintah hingga 20 September. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus memberlakukan PPKM di wilayah Jawa dan Bali, maupun di luar kedua pulau itu dengan evaluasi setiap pekan. "Arahan Presiden, perintah kepada kami kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 ini terkendali. Karena PPKM ini salah satu alat kita yang paling penting," kata Luhut.
Masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan level PPKM pun diwanti-wanti. Euforia berlebihan dianggap berbahaya karena bisa membuat kasus Covid-19 kembali meningkat. "Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan euforia dari masyarakat yang tidak disertai protokol kesehatan, implementasi PeduliLindungi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya," ujar Luhut.
(rca)
Lihat Juga :