Marwan Jafar: COVID-19 Jembatan Lintasan Menuju Renaisans Indonesia

Minggu, 31 Mei 2020 - 10:45 WIB
loading...
A A A
5). Ciptakan mentalitas pemenang di tengah masyarakat dan siap bangkit dengan meningkatkan industri-industri yang dapat menyerap banyak tenaga kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Sebab, COVID-19 berdampak pada banyaknya PHK besar-besaran tersebut perlu strategi, kebijakan dan tindakan besar sesegera mungkin untuk mengatasi berbagai masalah krisis ekonomi, supaya kehidupan masyarakat lebih menjanjikan, sejahtera dan optimistis.

6). Perlu penciptaan kondisi kemandirian bangsa agar tidak terlalu bergantung pada produk luar negeri, dengan melakukan upaya-upaya antara lain: pemberdayaan produk-produk dalam negeri supaya menghidupkan situasi yang kreatif, inovatif dan kompetitif yang dapat saling menghidupi sektor informal dan UMKM kita, sampai upaya menghidupkan kembali dan mencipkan industri-industri besar, dengan menarik investor yang besar-besar pula.

7). Perlu menahan inflasi supaya tidak terlalu berdampak buruk pada milieu ekonomi kita, tentu dengan menjaga keseimbangan antara demand dan supply.

8). Perlu perencanaan matang terkait strategi peningkatan daya beli masyarakat supaya ekonomi stabil dalam memasuki Era Tatanan Baru.

9). Perlu strategi program percepatan recovery pasca krisis, seperti peristiwa The Great Depression atau Depresi Besar pada Zaman Malaise, sebuah peristiwa menurunnya tingkat ekonomi—secara dramatis—di seluruh dunia yang mulai terjadi pada tahun 1929.

Program recovery pasca pandemi COVID-19 kelak, pernah juga terjadi di Amerika Serikat, yakni dikenal dengan sebutan “The New Deal” yang dicetuskan oleh Franklin Delano Rosevelt, Presiden AS ke-32, untuk beberapa program domestik pada periode 1933 hingga 1936, dan beberapa waktu setelahnya. Program ini diberlakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang menjadi dampak dariThe Great Dipression Amerika Serikat. Program ini memiliki motto "3 Rs", yakni: Relief, Recovery,danReform. Fokus program ini diadakan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan, pemulihan ekonomi ke level wajar, dan pengaturan ulang sistem ekonomi agar depresi tidak kembali terulang.

Di Indonesia, program semacam ini juga penting untuk membantu masyarakat rentan dan kurang beruntung secara ekonomi, buruh, petani, pekebun, peternak, nelayan dan sektor ekonomi pedesaan melalui penguatan peningkatan produksi dan jaminan harga panen oleh lembaga pertanian dan BUMN Pangan.

"Perlu dipayungi dengan regulasi yang bersifat mandatory agar supaya kehidupan mereka menjadi lebih menjanjikan dan sejahtera", imbuhnya.

10). Perlu menciptakan lapangan kerja di bidang infrastruktur untuk menyerap tenaga kerja baru, seperti pembangunan jalan, jembatan, bandara, rumah sakit, dan program konservasi sipil lainnya, meskipun dengan dana yang tidak terlalu besar, dan bidang-bidang lainnya, serta menciptakan industri-industri baru, baik berskala kecil, menengah, maupun besar.

11). Investasi bidang penelitian dan pengembangan untuk menyongsong renaisans Indonesia.

"Ini penting, sekali lagi, sering saya tegaskan baik melalui diskusi online maupun media massa, kita harus berinvestasi dalam bidang penelitian dan pengembangan secara besar-besaran, terutama bidang farmasi, dengan menggandeng kampus-kampus yang kredibel, baik dalam maupun luar negeri maupun dengan perusahaan-perusahaan raksasa bidang farmasi, seperti Fuji Film, Bayer, Avantis, Monsanto dan sebagainya, sekaligus sebagai transfer of technology bagi perusahaan swasta maupun BUMN Farmasi kita. Investasi penelitian ini tidak bisa ditunda-tunda lagi karena semuanya sudah berbasis sains dan teknologi", tegasnya.

Marwan juga tegaskan, Indonesia dan negara-negara lain di dunia, saat ini masih berjuang untuk keluar dari pandemi COVID-19. Sebagai bangsa besar yang mewarisi nilai-nilai kejuangan dan heroisme, haruslah terus-menerus memperkuat jati diri dan jiwa optimis sebagai bangsa pemenang dalam menghadapi berbagai krisis, terutama pandemi COVID-19 menuju renaisans Indonesia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Perempuan Bangsa Ajak...
Perempuan Bangsa Ajak 2.000 Peserta Tanam Pohon di Singhasari Malang
Buka Muscab PKB Pamekasan,...
Buka Muscab PKB Pamekasan, Waketum: Perkuat Akar Rumput dan Kuasai Teknologi
Sapa dan Bantu Korban...
Sapa dan Bantu Korban Tanah Bergerak di Tegal, Rustini Muhaimin Dorong Tempat Huntara
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Berita Terkini
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved