Korupsi Kepala Daerah, Sri Mulyani Gerah
Senin, 06 September 2021 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Maka, tak heran jika dalam sebuah postingan di media sosial instagramnya, Sri Mulyani secara terperinci menjelaskan poin-poin anggaran daerah khususnya Kabupaten Probolinggo. Dalam keterangan postingannya, Sri Mulyani mengatakan bahwa korupsi adalah musuh utama dan musuh bersama dalam mencapai tujuan mencapai kemakmuran yang berkeadilan.
Tak lupa, secara spesifik mantan managing director Bank Dunia itu juga menjelaskan perihal kondisi dan alokasi keuangan untuk Probolinggo. Menurut penjelasannya, jumlah transfer keuangan APBD ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012 terus meningkat sampai tahun ini yakni mencapai Rp15,2 triliun. Jika pada 2012 uang APBN yang ditransfer sebesar Rp959 miliar, tahun ini sudah mencapai Rp1,85 triliun!!!.
Selain itu, untuk memperbaiki kualitas pembangunan di Probolinggo, pemerintah pusat juga telah menyalurkan Dana Desa sejak tahun 2015 hingga 2021 total sebesar Rp2,15 triliun untuk 325 desa. Rinciannya masing-masing desa rata-rata mendapatkan Rp291 juta pada tahun 2015 dan naik 3,5 kali menjadi Rp1,32 miliar pada 2021.
Yang membuat miris, masih dalam postingannya, Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa di Probolinggo saat ini terdapat anak-anak di bawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting). Jumlahnya pun tidak sedikit, naik dari 21,99% pada 2015 menjadi 34,04% pada 2019. Bahkan, masih kata Sri Mulyani, terdapat 3,5% anak berstatus kurang gizi.
Di luar itu, Sri Mulyani juga membelejeti soal angka pengangguran di Probolinggo di mana jumlah pengangguran terbuka di daerah itu mengalami kenaikan dari 2,89% pada 2015 menjadi 4,86% pada tahun ini.
Tak lupa, secara spesifik mantan managing director Bank Dunia itu juga menjelaskan perihal kondisi dan alokasi keuangan untuk Probolinggo. Menurut penjelasannya, jumlah transfer keuangan APBD ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012 terus meningkat sampai tahun ini yakni mencapai Rp15,2 triliun. Jika pada 2012 uang APBN yang ditransfer sebesar Rp959 miliar, tahun ini sudah mencapai Rp1,85 triliun!!!.
Selain itu, untuk memperbaiki kualitas pembangunan di Probolinggo, pemerintah pusat juga telah menyalurkan Dana Desa sejak tahun 2015 hingga 2021 total sebesar Rp2,15 triliun untuk 325 desa. Rinciannya masing-masing desa rata-rata mendapatkan Rp291 juta pada tahun 2015 dan naik 3,5 kali menjadi Rp1,32 miliar pada 2021.
Yang membuat miris, masih dalam postingannya, Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa di Probolinggo saat ini terdapat anak-anak di bawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting). Jumlahnya pun tidak sedikit, naik dari 21,99% pada 2015 menjadi 34,04% pada 2019. Bahkan, masih kata Sri Mulyani, terdapat 3,5% anak berstatus kurang gizi.
Di luar itu, Sri Mulyani juga membelejeti soal angka pengangguran di Probolinggo di mana jumlah pengangguran terbuka di daerah itu mengalami kenaikan dari 2,89% pada 2015 menjadi 4,86% pada tahun ini.
Lihat Juga :