Biografi BJ Habibie: Karier, Sederet Penghargaan, hingga Filmnya

Jum'at, 03 September 2021 - 06:25 WIB
loading...
Biografi BJ Habibie:...
Berbagai buku Biografi BJ Habibie telah banyak beredar selama ini. Bahkan, kisah hidup tokoh inspiratif bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie itu sudah difilmkan beberapa kali. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Berbagai buku Biografi BJ Habibie telah banyak beredar selama ini. Bahkan, kisah hidup tokoh inspiratif bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie itu sudah difilmkan beberapa kali. Ya, pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini menjabat Presiden Ketiga Republik Indonesia setelah Soeharto lengser.

Sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo itu mengemban tugas sebagai presiden RI. Dia sebelumnya menjabat wakil presiden ke-7 menggantikan Try Sutrisno. Baca juga: Masjid Terapung BJ Habibie Mulai Dibangun, Target Rampung Akhir 2021

Tak begitu lama BJ Habibie menjabat wakil presiden, sejak 11 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998. Dia menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada 12 Mei 1962. Pasangan ini dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Dikutip dari Situs Kepustakaan Presiden yang dibangun, dikelola, dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, BJ Habibie dipaksa lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. MPR RI menolak pidato pertanggungjawabannya.

Setelah itu, dia pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman. Habibie pernah menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, serta memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. Masa kecilnya dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Sejak kanak-kanak, sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie. Habibie yang memiliki kegemaran menunggang kuda itu harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung.

Tak lama setelah bapaknya meninggal, dia pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Sewaktu SMA, prestasi BJ Habibie mulai tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Dia menjadi sosok favorit di sekolahnya.

BJ Habibie melanjutkan studinya masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB) setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954. Dia mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gelar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965.

BJ Habibie menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung pada tahun 1967. Peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award itu hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.

Kemudian, dia bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman. N250 Gatotkaca adalah salah satu pesawat pertama rancangannya yang sudah masuk museum kini. Sederet penghargaan diperoleh BJ Habibie.

Diantaranya adalah, Bintang Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Negara Bagian Niedersachsen pada 1 Desember 1980, Bintang Penghargaan Tertinggi Republik Federasi Jerman pada 11 Nopember 1980, Bintang Mahaputra Adipurna pada 12 Maret 1998, Bintang Republik Indonesia Adipradana
12 Maret 1998, Grand Cordon Of The Order of Al-Istiqlal pada 14 April 1986.

Kemudian, Bintang Penghargaan Tertinggi Kerajaan Spanyol pada 14 Mei 1980, Tokoh Teknologi Penerbangan pada 2 Januari 1984, Profesor Kehormatan/Guru Besar pada 22 Maret 1977, Bintang Penghargaan Tertinggi Kerajaan Belanda pada 25 Mei 1983, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama pada 27 Mei 1998.

Lalu, Bintang Budaya Parama Dharma pada 27 Mei 1998, Bintang Bhayangkara Utama pada 27 Mei 1998, Bintang Yudha Dharma Utama 27 Mei 1998, Bintang Kartika Eka Pakci Utama pada 27 Mei 1998, Bintang Jalasena Utama 27 Mei 1998, Bintang Jasa Utama pada 27 Mei 1998, Bintang Republik Indonesia Adipurna pada 27 Mei 1998.

Selanjutnya, Ilmu Pengetahuan pada 29 Oktober 1982, Grand Cross of Aeronautical Merit pada 3 Oktober 1985, Stayalancana Dwidya Sistha pada 9 Agustus 1982, dan Satyalancana Dwidya Sistha pada 9 Agustus 1982. Sementara itu, ada beberapa film yang mengisahkan Habibie. Antara lain, berjudul Habibie dan Ainun pada tahun 2012, Rudy Habibie pada tahun 2016 serta Habibie dan Ainun 3 pada tahun 2019. Baca juga: Profil Singkat Dua Putra Habibie-Ainun, Ada yang Dianugerahi Bintang Satyalancana Wira Karya

BJ Habibie menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 18.03 WIB Rabu 11 September 2019. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan makam istrinya, Ainun yang telah berpulang lebih dahulu sejak 22 Mei 2010. BJ Habibie disemayamkan di pemakaman nomor 120, sedangkan Ainun di nomor 121.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Kisah Habibie Berhasil...
Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
Rumah Jusuf Kalla di...
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
Rekomendasi
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved