Sudah Ada Pemenang Lelang, Proyek Multivitamin di DPR Rp2 Miliar Dibatalkan

Kamis, 02 September 2021 - 14:00 WIB
loading...
Sudah Ada Pemenang Lelang,...
Sekjen DPR Indra Iskandar menyatakan pengadaan multivitamin Rp2 miliar. Foto/carlos roy fajarta
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menyebutkan pengadaan multivitamin sebesar Rp2 miliar untuk 7.856 orang petugas di lingkungan kerja DPR RI dibatalkan.

"Kemaren sore sampai pagi ini banyak sekali pertanyaan-pertanyaan ke saya berkaitan soal pengadaan vitamin. Jadi kalau saya jawab satu per satu ada lebih dari 35 media, agar semua sama saya sampaikan di media center ini biar clear tuntas," ujar Indra Iskandar, Kamis (2/9/2021) siang di depan Media Center Gedung Nusantara III DPR Senayan Jakarta.

Menurutnya, pihak DPR sebelumnya telah melakukan pelelangan pengadaan vitamin dengan pagu anggaran Rp2,09 miliar dan menggunakan lelang cepat didapat pemenang dengan angka Rp1,73 miliar.

"Setelah mendengar masukan publik terutama keinginan teman-teman wartawan di DPR, tadi pagi jam 10 saya putuskan untuk di batalkan pengadaannya. Pengadaan ini mungkin untuk masukan kita semua itu multivitamin untuk pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal (DPR) terdiri dari 1.308 orang ASN, 1.486 orang Pamdal, 718 orang petugas kebersihan dan taman, 4.344 orang TA/SA," jelas Indra.

Baca juga: DPR Anggarkan Pengadaan Multivitamin Rp2 M dan Alat Penunjang Kesehatan Rp5,5 M

Lebih lanjut ia menegaskan anggaran multivitamin tersebut bukan untuk anggota DPR seperti yang diberitakan oleh media."Jadi paket yang rencananya diadakan 7.856 paket berbentuk vitamin yang direncakan pada Juli 2021 lalu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPR. Jadi tidak ada kaitannya dengan anggota DPR, karena anggota DPR sudah dicover asuransi. Mungkin itu yang perlu saya jelaskan," kata Indra Iskandar.

Indra Iskandar mengungkapkan alasan pengadaan multivitamin tersebut karena angka kasus positif di lingkungan DPR sempat tinggi pada Juli 2021 lalu.

"Jumlah yang positif kita 551 orang pada waktu itu, sekarang tinggal 27 orang yang positif Covid-19. Anggaran tersebut juga sudah termasuk 300 paket persiapan isolasi mandiri di Wisma DPR RI di Kopo. Saya sudah memanggil pejabat pembuat komitmen, kepala biro keuangan dan kepala biro umum, jam 10 pagi tadi close semua proses kita batalkan," ungkap Indra Iskandar.

Ia menyebutkan konsekuensi dari pembatalan multivitamin akan ia ambil."Sebagai pengguna anggaran segala konsekuensinya akan saya ambil. Saya gak mau berbasa-basi karena tekanan publik, nanti kita pikirkan sumber lain untuk multivitamin," jelas Indra Iskandar.

Baca juga: Anggota Komisi VII DPR Terang-terangan Minta Dilibatkan dalam Kunker Menag

Perangkat penunjang kesehatan kata Indra Iskandar akan dihentikan tendernya namun akan direvisi pasalnya laboratorium darah di pelayanan kesehatan (Yankes) DPR sudah sangat tua dan sangat sering tidak bisa dipakai.

"Lab darah di Yankes kita sudah sangat tua dan tidak bisa dipakai, sehingga anggaran tersebut mungkin nanti akan kita gunakan untuk revitalisasi perangkat laboratorium di Yankes kita yang ada di DPR ini," kata Indra Iskandar.

Tahun lalu Indra Iskandar mengungkapkan pihaknya melakukan revisi anggaran untuk hand sanitizer, penyemprotan atau sterilisasi ruangan.

"Kemungkinan rapat di PPKM Level 3 ini rapat-rapat akan dievaluasi dan banyak anggota DPR menginginkan kehadiran fisik ditambah," tandas Indra Iskandar.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Status Tersangka Sekjen...
Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar Tidak Sah, KPK Angkat Bicara
Praperadilan Sekjen...
Praperadilan Sekjen DPR Indra Iskandar Dikabulkan, Status Tersangka Tidak Sah
Perencanaan Pembangunan...
Perencanaan Pembangunan dan Anggaran dalam Arsitektur Fiskal
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved