PPKM Turun Level, Tokoh Muda Muhammadiyah Minta Masyarakat Tetap Waspada
Selasa, 31 Agustus 2021 - 17:16 WIB
loading...
Tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto berharap masyarakat tetap waspada di tengah pelonggaran PPKM, Selasa (31/8/2021). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) level 3 dan 4 di wilayah Jawa-Bali hingga 6 September 2021 mendatang.
Namun, ada yang berbeda dari PPKM sebelumnya. Ada penambahan wilayah aglomerasi yang masuk dalam PPKM level 3, yakni Wilayah Solo Raya dan Malang Raya. Sebelumnya, wilayah aglomerasi yang turun ke level 3 yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya.
Pelonggaran PPKM ini memunculkan kekhawatiran baru yakni masyarakat semakin lengah dan merasa pandemi sudah benar-benar mereda sehingga kembali melakukan aktivitas secara normal. "Saya merasa agak takut sekali dengan pelonggaran PPKM ini. Bahkan, kini sudah ada sekolah tatap muka. Saya khawatir bisa-bisa muncul gelombang yang lebih dahsyat," kata tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: PPKM Sudah Longgar, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Baru 15-20%
Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah ini mencontohkan di beberapa negara lain yang membuka lockdown dan kembali menggelar berbagai even, seperti konser, pesta, merayakan 0 kasus covid dengan makan di kafe, restoran dan lainnya dengan tidak menerapkan prokes, beberapa hari kemudian kasus Covid-19 meledak kembali dengan jumlah kasus yang terpapar melonjak.
Amerika Serikat, misalnya, lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini sungguh mengkhawatirkan, mencapai kisaran 100.000 kasus baru per hari. Bahkan, dilaporkan kondisi di beberapa rumah sakit (RS) di AS mulai kehabisan pasokan oksigen karena kasus Covid-19 yang terus melonjak.
Namun, ada yang berbeda dari PPKM sebelumnya. Ada penambahan wilayah aglomerasi yang masuk dalam PPKM level 3, yakni Wilayah Solo Raya dan Malang Raya. Sebelumnya, wilayah aglomerasi yang turun ke level 3 yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya.
Pelonggaran PPKM ini memunculkan kekhawatiran baru yakni masyarakat semakin lengah dan merasa pandemi sudah benar-benar mereda sehingga kembali melakukan aktivitas secara normal. "Saya merasa agak takut sekali dengan pelonggaran PPKM ini. Bahkan, kini sudah ada sekolah tatap muka. Saya khawatir bisa-bisa muncul gelombang yang lebih dahsyat," kata tokoh muda Muhammadiyah, Defy Indiyanto Budiarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: PPKM Sudah Longgar, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Baru 15-20%
Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah ini mencontohkan di beberapa negara lain yang membuka lockdown dan kembali menggelar berbagai even, seperti konser, pesta, merayakan 0 kasus covid dengan makan di kafe, restoran dan lainnya dengan tidak menerapkan prokes, beberapa hari kemudian kasus Covid-19 meledak kembali dengan jumlah kasus yang terpapar melonjak.
Amerika Serikat, misalnya, lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini sungguh mengkhawatirkan, mencapai kisaran 100.000 kasus baru per hari. Bahkan, dilaporkan kondisi di beberapa rumah sakit (RS) di AS mulai kehabisan pasokan oksigen karena kasus Covid-19 yang terus melonjak.
Lihat Juga :