Penjelasan Luhut Terkait 10 Hari ke Depan Kasus Kematian Akan Naik
Senin, 23 Agustus 2021 - 20:36 WIB
loading...
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa dalam 10 hari kedepan angka kasus terkonfirmasi dan kematian akibat pandemi Covid-19 akan mengalami kenaikan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dalam 10 hari kedepan angka kasus terkonfirmasi dan kematian akibat pandemi Covid-19 akan mengalami kenaikan.
Baca juga: Pintu Dirantai dan Lampu Dimatikan Modus Tempat Hiburan Malam Layani Pengunjung saat PPKM
“Nah, saya hanya sekadar mengingatkan dalam beberapa hari ke depan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang akan dikeluarkan oleh berapa kabupaten dan kota. Ada mungkin beberapa ratus atau mungkin ribu data yang secara bertahap akan dikeluarkan dalam 10 hari kedepan ini,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Demi Bayar Gaji Karyawan, Pemilik Cafe Nekat Gelar Acara Musik saat PPKM Level 4
Luhut menjelaskan, kenaikan angka tersebut adalah dari tabungan data-data daerah yang belum terlaporkan. “Hal ini terjadi karena perbaikan data kematian di beberapa wilayah yang sudah lebih baik dan telah kasus-kasus kematian sebelumnya tidak terlaporkan sudah banyak dilaporkan,” jelasnya.
Baca juga: Pintu Dirantai dan Lampu Dimatikan Modus Tempat Hiburan Malam Layani Pengunjung saat PPKM
“Nah, saya hanya sekadar mengingatkan dalam beberapa hari ke depan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang akan dikeluarkan oleh berapa kabupaten dan kota. Ada mungkin beberapa ratus atau mungkin ribu data yang secara bertahap akan dikeluarkan dalam 10 hari kedepan ini,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Demi Bayar Gaji Karyawan, Pemilik Cafe Nekat Gelar Acara Musik saat PPKM Level 4
Luhut menjelaskan, kenaikan angka tersebut adalah dari tabungan data-data daerah yang belum terlaporkan. “Hal ini terjadi karena perbaikan data kematian di beberapa wilayah yang sudah lebih baik dan telah kasus-kasus kematian sebelumnya tidak terlaporkan sudah banyak dilaporkan,” jelasnya.
Lihat Juga :