Kemkominfo Ajak Anak Muda Konsumsi Gizi Seimbang dan Sadar Kebersihan
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk menjaga anak-anak Indonesia agar tidak stunting, intervensinya harus dimulai dari remaja, kemudian ibu hamil, dan ibu yang mempunyai bayi di bawah dua tahun,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia pun menyarankan kepada remaja untuk mulai menjaga kesehatan, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak melakukan diet keliru, serta menjaga kebersihan diri.
Terkait dengan gizi, dr. Mario Johan Heryputra mengatakan, makanan yang memiliki gizi baik untuk mencegah stunting sejak dini adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, serta buah yang seimbang.
“Makanan yang bergizi baik untuk remaja harus tinggi kalori karena remaja punya aktivitas yang padat sehingga butuh banyak energi. Makanan untuk remaja harus tinggi protein dan lemak untuk memperkuat otot, mengandung serat, dan mengandung mikronutrien lain seperti zat besi dan kalsium,” ujarnya.
Kebersihan juga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam upaya mencegah stunting. Menurut Mario ada tiga korelasi antara kebersihan dan stunting, yaitu diare, penyakit cacingan, serta gangguan pencernaan. Ketiga hal ini menjadi faktor penyebab kurang optimalnya penyerapan nutrisi di dalam tubuh, dan jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan stunting.
Mario juga mengatakan stunting bisa disebabkan karena kehamilan di usia muda. Remaja usia 15-19 tahun berisiko mengalami kekurangan energi kronik sebesar 49,6 persen dan mengalami anemia. Oleh karena itu, apabila remaja di usia tersebut mengalami kehamilan maka akan berpotensi melahirkan anak yang stunting.
Menurut Eka, kehamilan di usia terlalu muda juga sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan diameter tulang panggul belum mencapai 10 cm sebelum usia 21 tahun, sementara diameter kepala bayi umumnya 9,2 – 9,9 cm.
Oleh karena itu, ia pun menyarankan kepada remaja untuk mulai menjaga kesehatan, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak melakukan diet keliru, serta menjaga kebersihan diri.
Terkait dengan gizi, dr. Mario Johan Heryputra mengatakan, makanan yang memiliki gizi baik untuk mencegah stunting sejak dini adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, serta buah yang seimbang.
“Makanan yang bergizi baik untuk remaja harus tinggi kalori karena remaja punya aktivitas yang padat sehingga butuh banyak energi. Makanan untuk remaja harus tinggi protein dan lemak untuk memperkuat otot, mengandung serat, dan mengandung mikronutrien lain seperti zat besi dan kalsium,” ujarnya.
Kebersihan juga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam upaya mencegah stunting. Menurut Mario ada tiga korelasi antara kebersihan dan stunting, yaitu diare, penyakit cacingan, serta gangguan pencernaan. Ketiga hal ini menjadi faktor penyebab kurang optimalnya penyerapan nutrisi di dalam tubuh, dan jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan stunting.
Mario juga mengatakan stunting bisa disebabkan karena kehamilan di usia muda. Remaja usia 15-19 tahun berisiko mengalami kekurangan energi kronik sebesar 49,6 persen dan mengalami anemia. Oleh karena itu, apabila remaja di usia tersebut mengalami kehamilan maka akan berpotensi melahirkan anak yang stunting.
Menurut Eka, kehamilan di usia terlalu muda juga sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan diameter tulang panggul belum mencapai 10 cm sebelum usia 21 tahun, sementara diameter kepala bayi umumnya 9,2 – 9,9 cm.
Lihat Juga :