KPK Ungkap Data Tak Sesuai NIK Jadi Risiko Korupsi Penyaluran Bansos
Kamis, 19 Agustus 2021 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Kemensos, kata Pahala, juga yang terus berkomunikasi dengan pihak Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk menyelaraskan data penerima sesuai dengan NIK.
Bahkan Pahala membocorkan informasi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh bahwa data kependudukan mengenai kelahiran dan meninggal yang masuk mencapai 1 juta.
"Kenapa harus berkawan tahun ini ada NIK-nya benar tapi kan orangnya bisa meninggal bisa cerai bisa pindah masuk pidah keluar. Kalau yang meninggal saja sama lahir saya dapet bocoran dari Pak Zudan setahun saja udah 3 juta belum yang pindah mungkin sekitar 10 jutaan," katanya. Baca juga: 2.468 Jenazah di Tangerang Masih Tercantum Penerima Bansos Covid-19
"Jadi dipastikan udah punya NIK sekarang besok pindah dia, karena NIK-nya ini tidak diupdate bantuannya dateng orangnya enggak ada dibilang lah bantuan salah sasaran masa dikasih sama orang yang enggak ada karena tidak diupdate datanya dengan Pak Zudan yang namanya mutasi," pungkasnya.
Bahkan Pahala membocorkan informasi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh bahwa data kependudukan mengenai kelahiran dan meninggal yang masuk mencapai 1 juta.
"Kenapa harus berkawan tahun ini ada NIK-nya benar tapi kan orangnya bisa meninggal bisa cerai bisa pindah masuk pidah keluar. Kalau yang meninggal saja sama lahir saya dapet bocoran dari Pak Zudan setahun saja udah 3 juta belum yang pindah mungkin sekitar 10 jutaan," katanya. Baca juga: 2.468 Jenazah di Tangerang Masih Tercantum Penerima Bansos Covid-19
"Jadi dipastikan udah punya NIK sekarang besok pindah dia, karena NIK-nya ini tidak diupdate bantuannya dateng orangnya enggak ada dibilang lah bantuan salah sasaran masa dikasih sama orang yang enggak ada karena tidak diupdate datanya dengan Pak Zudan yang namanya mutasi," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :