PKS Gencar Perkenalkan Ketua Majelis Syuranya dengan Sebutan Dr Salim, Ini Alasannya

loading...
PKS Gencar Perkenalkan Ketua Majelis Syuranya dengan Sebutan Dr Salim, Ini Alasannya
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri kini gencar diperkenalkan ke publik dengan nama Dr. Salim. Foto/Istimewa
JAKARTA - Belakangan, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) makin gencar memperkenalkan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri ke publik. Sebutan atau sapaan yang digunakan adalah 'Dr Salim'. Apa alasannya?

Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi mengatakan, sebutan atau sapaan 'Dr Salim' tersebut merupakan bagian dari program PKS untuk lebih memperkenalkan sosok Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Al-Jufri sebagai tokoh kunci partai dan salah satu pemimpin nasional kepada publik, sebagaimana rekomendasi Musyawarah Majelis Syura IV beberapa waktu lalu.

"PKS menilai publik perlu lebih diperkenalkan dengan sosok mantan Dubes dan mantan Menteri Sosial yang memiliki track record kapasitas, kredibilitas dan pengalaman kepemimpinan yang panjang dengan sebuah brand yang lebih fresh dan lebih mudah diingat," ujar Nabil kepada SINDOnews, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Upacara HUT ke-76 RI di DPP PKS, Salim Segaf Al Jufri Singgung Krisis Keteladanan
PKS Gencar Perkenalkan Ketua Majelis Syuranya dengan Sebutan Dr Salim, Ini Alasannya

Diketahui, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri didorong tampil di level kepemimpinan nasional memberikan keteladanan nyata di hadapan publik. Dorongan itu merupakan rekomendasi Musyawarah Majelis Syura IV PKS pada Rabu 30 Juli 2021.



Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai mau tidak mau Salim Segaf Al-Jufri harus mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Berbagai cara perlu dilakukan Salim Segaf agar tampil di level kepemimpinan nasional.

"Caranya tentu sangat beragam, di antaranya aktif merespons isu publik, menyuarakan aspirasi dan memperkokoh ketokohan, bukan hanya di internal PKS, tapi juga ketokohan publik," kata Arif kepada SINDOnews, Rabu (7/7/2021).
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top