HUT ke 76 Kemerdekaan Indonesia, SPKS Minta Kesejahteraan Petani Sawit Diperhatikan

Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:42 WIB
loading...
HUT ke 76 Kemerdekaan...
SPKS meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani sawit. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menilai di tengah perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia petani sawit belum merasakan kemerdekaan. Hal ini akibat dari tata kelola perkebunan kelapa sawit yang masih menempatkan petani sebagai objek baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun kebijakan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sekjen SPKS Nasional Mansuetus Darto mengatakan negara telah mendapatkan keuntungan yang besar melalui penerimana dalam bentuk devisa sekitar Rp300 triliun setiap tahunnya. Begitu juga dengan perusahaan yang terus mendapatkan keuntungan besar. Namun hal ini tidak sama dengan kondisi petani sawit misalnya saja terkait tataniaga sawit di tingkat petani terus menerus menjual Tandan Buah Segar (TBS) kepada tengkulak dengan harga yang sangat rendah sehingga petani merugi sekitar 30% setiap kilogramnya dari harga yang harus di terima. Baca juga: Kinerja Tetap Solid Saat Pandemi, Industri Kelapa Sawit Topang Perekonomian

Petani sawit juga hanya menjadi komoditas politik dalam pengambilan kebijakan di sektor sawit nasional, tercatat beberapa kebijakan yang diambil dengan mengatasnamakan untuk kepentingan petani sawit tetapi dalam praktiknya tidak memberikan manfaat kepada petani sawit. Misalnya kebijakan dana perkebunan sawit melalui Badan Pengelola Perkebunan Sawit (BPDPKS). Baca juga: Megawati Ingatkan Generasi Muda Dalami Cita-cita Kemerdekaan

”Petani sawit juga hanya menjadi alat diplomasi dalam melakukan lobi dan negosiasi kepada negara-negara pembeli minyak sawit dari Indonesia. Selalu mengatasnamakan untuk kesejahteraan petani sawit tetapi di lapangan petani tidak pernah di urusi dengan serius masalahnya mulai dari legalitas sampai dengan penjulan yang di kuasai tengkulak,” katanya.

SPKS kemudian berharap dalam momentum dirgahayu kemerdekaan Indonesia ini baik pemerintah dan perusahaan perkebunan kedepannya memiliki komitmen yang nyata dalam pemberdayaan petani sawit mulai dari percepatan kemitraan antara perusahaan perkebunan dengan petani sawit agar petani sawit tidak lagi menjual TBS melalui tengkulak, mempermudah petani dalam akses petani pendanaan melalui BPDPKS, sampai pada pelibatan petani sawit rantai pasok biodiesel.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Forum Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) Pahala Sibuea meminta pemerintah agar benar-benar memperhatikan kesejahteraan petani sawit, fakta bahwa saat ini petani sawit belum merdeka dalam arti mendapatkan pelayanan dari pemerintah, banyak petani sawit yang belum sejahtera, tidak hanya itu akses kebijakan pemerintah pun sangat sulit di dapatkan oleh petani.

”Kami berharap kepada pemerintah agar dapat bermitra dengan asosiasi petani dalam pendampingan dan pembinaan petani. Selama ini pemerintah masih mengabaikan peran asosiasi petani, padahal asosiasi petani ini yang sangat dekat dgn petani dalam segala hal baik itu untuk pembinaan, pelatihan dan mengajak petani untuk menerapkan sawit berkelanjutan,” ucapkan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Hati-hati...
Pemerintah Diminta Hati-hati Dalam Menentukan Arah Kebijakan Energi
Peringatan HUT ke-80...
Peringatan HUT ke-80 RI di Istana Kepresidenan Bakal Dihadiri 16 Ribu Undangan
Istana Tak Wajibkan...
Istana Tak Wajibkan Masyarakat Pakai Baju Adat saat Upacara HUT ke-80 RI
76 Calon Paskibraka...
76 Calon Paskibraka Akan Berlatih di Istana Negara Mulai 12 Agustus
Menko Polkam Tanggapi...
Menko Polkam Tanggapi Soal Pengibaran Simbol Pengganti Bendera Merah Putih
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Senin 18 Agustus 2025 Libur Nasional
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved