Pesantren Jadi Sentra Vaksin, Percepatan Vaksinasi dan Herd Immunity Mudah Terwujud

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 08:29 WIB
loading...
Pesantren Jadi Sentra...
Kebijakan pondok pesantren menjadi sentra vaksin Covid-19 dinilai akan mempercepat program vaksinasi dan pembentukan herd immunity. Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB Inspira) Rizqi Fathul Hakim mengatakan dalam hitungan hari, Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bertambah usia. Menurut dia, tepat pada 17 Agustus 2021 nanti, Republik yang dihuni oleh 271 Juta Jiwa ini akan genap berusia 76 tahun. "Namun untuk kali kedua Warga Negara Republik ini akan merayakannya dalam situasi yang tidak bersahabat, pandemi Covid-19," ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Dia membeberkan selama Pandemi Covid-19 ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mencatat jumlah kasus positif sebanyak 3,77 juta orang, dan 114.000 jiwa dinyatakan meninggal dunia. Secara grafik, kata dia, data korban Covid-19 secara nasional sempat mengalami lonjakan hebat pada Juli 2021 lalu. "Indikasi kuatnya adalah munculnya Virus Covid-19 varian Delta yang diklaim lebih ganas dan menular dari sebelumnya," tuturnya. Baca juga: Percepat Herd Immunity, Pemerintah Didorong Vaksin Kalangan Pesantren

Menurut dia, kehadiran varian baru dari virus Covid-19 ini hampir membuat lumpuh sejumlah rumah sakit di Jawa-Bali. Menanggapi hal tersebut, lanjut dia, Pemerintah Pusat akhirnya mengeluarkan Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) untuk memutus rantai penularan. "Kebijakan tersebut awalnya diberlakukan secara masif di Pulau Jawa-Bali, namun kini telah mengalami penyesuaian dengan situasi dan kondisi Covid-19 di masing-masing daerah," ujarnya. Baca juga: Ratusan Ulama Wafat Selama Pandemi, MUI Imbau Perketat Prokes Covid-19

Dia menambahkan, pondok pesantren dalam sejarahnya memiliki peranan penting dalam menjaga ketahanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di dalam pondok pesantren, ujar dia, generasi bangsa ditempa oleh pendidikan agama dan juga pengetahuan umum. "Selepas menimba ilmu di pondok pesantren, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang relijius, nasionalis dan juga toleran," ungkapnya.

Namun, kata dia, semenjak Pandemi Covid-19 menerpa bangsa ini, aktivitas belajar mengajar para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) mengalami banyak gangguan. Dia menuturkan, aktivitas belajar mengajar yang relatif dilaksanakan secara tatap muka kini tak lagi bisa diselenggarakan dengan maksimal. "Tak hanya itu, selama Pandemi ini tidak sedikit para santri dan juga ulama yang terpapar Covid-19," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan menurut data yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebanyak 584 kiai dan ulama telah meninggal dunia karena Covid-19. Dia menambahkan secara keseluruhan, di 2021 ini jumlah pesantren di seluruh Indonesia berjumlah 31.385 Ponpes. "Tercatat sebanyak 4,29 juta orang santri bermukim di Pesantren. Bila ditambah dengan santri yang pulang pergi pondok, jumlahnya bisa mencapai 18 juta orang," ungkapnya.

Untuk pengajar, kata dia, tercatat 1,5 juta orang yang mengabdikan diri untuk pesantren di seluruh Indonesia. Jika dikalkulasi secara keseluruhan jumlah santri, sambung dia, pengajar dan ulama yang tersebar di seluruh Indonesia hampir menyentuh angka 20 juta. "Melihat data santri dan ulama Indonesia di atas, sangat masuk akal bila memosisikan Pondok Pesantren sebagai salah satu sentra Vaksinasi Nasional," ujarnya.

Dia menilai program percepatan Vaksinasi Nasional yang digaungkan oleh Presiden Jokowi akan lebih mudah direalisasikan mengingat kecukupan lahan yang dimiliki Pesantren. Dia berpendapat, pondok pesantren bisa juga menjadi salah satu sentra bagi warga sekitar untuk mendapatkan vaksin. "Selain itu pola pendekatan berbasis komunitas (Pesantren) ini akan lebih memudahkan kerja pemerintah untuk mempercepat mewujudkan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) di Indonesia," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved