Percepat Herd Immunity, Pemerintah Didorong Vaksin Kalangan Pesantren
Kamis, 05 Agustus 2021 - 06:48 WIB
loading...
Keterbatasan suplai vaksin telah diakui Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, dimana sebelumnya Menkes juga mengakui ada ketimpangan dalam distribusi vaksin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keterbatasan suplai vaksin telah diakui Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dimana sebelumnya Menkes juga mengakui ada ketimpangan dalam distribusi vaksin .
Baca juga: Gus Baha Bercerita Tentang Kematian dan Corona
Saat ini, Indonesia baru memiliki dosis vaksin Covid-19 untuk sekitar 22 persen populasi dan saat ini diprioritaskan pada kabupaten/kota dengan kasus yang tinggi.
Baca juga: Penggunaan Obat Tradisional untuk Corona, Jubir Wiku: Asal Ada Izin BPOM
Oleh karena itu, Satgas Covid-19 PBNU mendorong pemerintah segera mencari dan mendapatkan vaksin. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok di pesantren-pesantren.
Baca juga: Ahli Yakin Kasus Corona Turun jika PPKM Berjalan Maksimal
"Insyaallah kami akan lakukan kerja sama dengan Kemenkes, Polri, dan TNI untuk mencoba mencari vaksin dari mana saja yang bisa kita ambil," Ketua Satgas Covid-19 PBNU dr Makky Zamzami dikutip pada laman resmi NU, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Gus Baha Bercerita Tentang Kematian dan Corona
Saat ini, Indonesia baru memiliki dosis vaksin Covid-19 untuk sekitar 22 persen populasi dan saat ini diprioritaskan pada kabupaten/kota dengan kasus yang tinggi.
Baca juga: Penggunaan Obat Tradisional untuk Corona, Jubir Wiku: Asal Ada Izin BPOM
Oleh karena itu, Satgas Covid-19 PBNU mendorong pemerintah segera mencari dan mendapatkan vaksin. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok di pesantren-pesantren.
Baca juga: Ahli Yakin Kasus Corona Turun jika PPKM Berjalan Maksimal
"Insyaallah kami akan lakukan kerja sama dengan Kemenkes, Polri, dan TNI untuk mencoba mencari vaksin dari mana saja yang bisa kita ambil," Ketua Satgas Covid-19 PBNU dr Makky Zamzami dikutip pada laman resmi NU, Kamis (5/8/2021).
Lihat Juga :