Pentingnya Asuransi Kesehatan di Tengah Pandemi COVID-19
Jum'at, 29 Mei 2020 - 07:35 WIB
loading...
Belum berakhirnya masa pandemi virus Corona di Indonesia membuat masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan termasuk mengantisipasi risiko terkenanya penyakit tersebut dengan melakukan proteksi diri lewat produk asuransi. Foto/SINDOnew
A
A
A
JAKARTA - Belum berakhirnya masa pandemi virus Corona di Indonesia membuat masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan termasuk mengantisipasi risiko terkenanya penyakit tersebut dengan melakukan proteksi diri lewat produk asuransi.
Nah, di masa pandemi Corona saat ini semakin banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk perlindungan terhadap wabah virus Corona. Di antaranya adalah PT Prudential Life Assurance (Prudential), PT AIA Financial, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Generali Indonesia. (Baca juga: Vaksin Corona Belum Ada, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif)
Yang menjadi pertanyaan, seberapa penting kita memiliki polis asuransi kesehatan di masa pandemi Corona? Bukankah pemerintah juga menyediakan produk BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat di negeri ini.
Ya, sejak tahun 2014 lalu, masyarakat Indonesia memang diwajibkan ikut program sistem jaminan sosial kesehatan melalui BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menjadi perlindungan standar yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang telah menjadi peserta.
Hanya saja, menurut Pengamat Asuransi Azuarini Diah, karena sifat layanannya standar tidak semua kalangan merasa cocok dengan sistem layanan kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan. Karena itu, menurut Azuarini, setidaknya ada tiga alasan mengapa orang masih membutuhkan asuransi swasta walaupun sudah ada BPJS Kesehatan.
Pertama, asuransi kesehatan swasta bermanfaat untuk mendapatkan akses layanan langsung. Selain itu, polis asuransi kesehatan swasta bisa memberikan layanan lebih cepat. Yang terakhir, asuransi kesehatan swasta diperlukan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, polis asuransi berfungsi sebagai proteksi atas risiko yang tidak terduga. "Asuransi kesehatan memberikan manfaat dengan menanggung risiko, yaitu biaya pengobatan penyakit tertentu. Salah satunya penyakit akibat terjangkit virus Corona," kata Togar, Kamis (28/5/2020).
Nah, di masa pandemi Corona saat ini semakin banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk perlindungan terhadap wabah virus Corona. Di antaranya adalah PT Prudential Life Assurance (Prudential), PT AIA Financial, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Generali Indonesia. (Baca juga: Vaksin Corona Belum Ada, Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan dan Tetap Produktif)
Yang menjadi pertanyaan, seberapa penting kita memiliki polis asuransi kesehatan di masa pandemi Corona? Bukankah pemerintah juga menyediakan produk BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat di negeri ini.
Ya, sejak tahun 2014 lalu, masyarakat Indonesia memang diwajibkan ikut program sistem jaminan sosial kesehatan melalui BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menjadi perlindungan standar yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang telah menjadi peserta.
Hanya saja, menurut Pengamat Asuransi Azuarini Diah, karena sifat layanannya standar tidak semua kalangan merasa cocok dengan sistem layanan kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan. Karena itu, menurut Azuarini, setidaknya ada tiga alasan mengapa orang masih membutuhkan asuransi swasta walaupun sudah ada BPJS Kesehatan.
Pertama, asuransi kesehatan swasta bermanfaat untuk mendapatkan akses layanan langsung. Selain itu, polis asuransi kesehatan swasta bisa memberikan layanan lebih cepat. Yang terakhir, asuransi kesehatan swasta diperlukan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menjelaskan, polis asuransi berfungsi sebagai proteksi atas risiko yang tidak terduga. "Asuransi kesehatan memberikan manfaat dengan menanggung risiko, yaitu biaya pengobatan penyakit tertentu. Salah satunya penyakit akibat terjangkit virus Corona," kata Togar, Kamis (28/5/2020).
Lihat Juga :