Mayoritas Publik Ingin Investasi Asing di Sektor SDA Dibatasi

Minggu, 08 Agustus 2021 - 17:21 WIB
loading...
Mayoritas Publik Ingin...
Mayoritas masyarakat menginginkan investasi asing di sektor SDA dibatasi. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa mayoritas publik ingin agar investasi asing dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dibatasi. Hal ini ditemukan dalam survei nasional teranyar LSI yang bertajuk “Persepsi Publik tentang Pengelolaan dan Potensi Korupsi Sumber Daya Alam”.

“Mayoritas publik cenderung setuju pembatasan investasi asing di sektor SDA. Paling banyak yang sangat setuju pembatasan untuk pertambangan (79%), penangkapan ikan dan sumber daya laut (77%), kemudian perkebunan (75%), penangkapan dan ekspor margasatwa (75%), serta perdagangan dan impor sampah (68%),” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam rilis survei yang disiarkan daring, Minggu (8/8/2021).

Bagi yang setuju atau sangat setuju dengan pembatasan investasi asing, kata Djayadi, paling banyak beralasan bahwa perusahaan asing bekerja untuk kepentingan mereka sendiri, tidak bekerja untuk kebaikan rakyat Indonesia (30%). Selanjutnya karena Indonesia lebih mandiri jika mengelola sendiri (27%), serta pendapatan Indonesia akan lebih besar jika mengelola sendiri SDA-nya (26%).

“Sedangkan alasan bahwa perusahaan asing menimbulkan lebih banyak polusi dan korupsi lebih sedikit disebut masing-masing 9% dan 4%,” imbuhnya.

Baca juga: Masyarakat Rasakan Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir

Keinginan pembatasan investasi asing juga nampak pada responden dari daerah yang banyak pertambangan, perkebunan, hasil laut dan ekspor margasatwa, Djayadi menguraikan, untuk sektor pertambangan (minyak, gas, emas, batubara, pasir, batu). Warga di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) paling banyak yang cenderung setuju (87%) dengan pembatasan investasi asing pertambangan. Lalu Jawa Tengah (Jateng) 80% dan Sulawesi Utara (Sulut) 76%.

Dalam sektor perkebunan (kelapa sawit, karet), dia melanjutkan, warga di SumSel dan Kaltim paling banyak yang cenderung setuju yakni 88% dan 86% dengan pembatasan investasi asing perkebunan. Sedangkan warga Sulut paling sedikit yang cenderung setuju yakni 67% dan Jateng 78%.

Untuk sektor penangkapan ikan dan sumber daya laut, kata dia, warga di Sumsel dan Kaltim paling banyak yang cenderung setuju yakni 86% dan 89% dengan pembatasan investasi asing dalam penangkapan ikan dan sumber daya laut, lalu Jateng 79% dan Sulut 73%. Sektor penangkapan dan ekspor margasatwa, warga di Sumsel dan Kaltim paling banyak yang cenderung setuju dengan pembatasan investasi asing yakni 86% dan 82%, Jateng 72% dan Sulut 69%.

Sementara sektor perdagangan dan impor sampah, Djayadi menambahkan, warga di Sumsel paling banyak yang cenderung setuju dengan pembatasan investasi asing dalam perdagangan dan impor sampah yakni 86%, Kaltim 75%, terendah Jateng 56% dan Sulut 66%.

“Bagi yang setuju/sangat setuju dengan pembatasan investasi asing, keempat wilayah paling banyak beralasan bahwa perusahaan asing bekerja untuk kepentingan mereka sendiri. Publik di Kaltim paling tinggi yang berpendapat demikian yakni 57%,” terangnya.

Baca juga: Wow! Investasi Asing dari Proyek Gasifikasi Batubara Capai Rp30,1 Triliun

Diketahui, survei ini dilakukan melalui telepon pada 9-15 Juli 2021, dengan sampel basis nasional sebanyak 1.200 responden dan dilakukan tambahan sampel di empat provinsi yakni Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara masing-masing menjadi 400 responden. Responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis sebanyak 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Tambahan sampel di empat provinsi dengan jumlah sampel masing-masing 400 responden memiliki toleransi kesalahan ±5% pada tingkat kepercayaan 95%.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Rekomendasi
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
5 Negara Ingin Serang...
5 Negara Ingin Serang Rusia Mayoritas Terlibat Perang di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved