Marak Baliho Tokoh Politik: Tak Punya Sense of Crisis atau Telanjur Teken Kontrak?
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, diketahui bahwa kasus Covid-19 tampak mulai landai pada bulan April dan Mei lalu. "Dan kasus per hari sempat mencapai angka yang relatif rendah, 4 ribuan. Ini diikuti juga dengan tampak makin lebarnya ekonomi dibuka, bahkan ada rencana untuk segera membuka sekolah-sekolah untuk tatap muka kembali," katanya.
Dia menduga pemerintah maupun para tokoh tersebut tidak punya antisipasi kalau Indonesia akan dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19 yang berbentuk gelombang tsunami akibat longgarnya pembatasan sosial di musim liburan berbarengan dengan mengamuknya varian delta.
"Jadi mungkin saja, di bulan-bulan April dan Mei itu, para tokoh ini sudah telanjur meneken kontrak untuk pemasangan baliho-baliho tersebut untuk waktu yang cukup lama, minimal sebulan," ungkapnya.
Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko
Dia mengungkapkan, pemasangan baliho terutama di tempat-tempat strategis tentu harus menyewa tempatnya, misalnya kepada pemerintah daerah. "Bisa jadi kesepakatan untuk memasang baliho sudah dilakukan dan dibayar, tapi baru saja dipasang, kita mengalami tsunami Covid-19 gelombang kedua yang mengharu biru Indonesia sejak Juli lalu," pungkasnya.
Dia menduga pemerintah maupun para tokoh tersebut tidak punya antisipasi kalau Indonesia akan dihantam gelombang kedua pandemi Covid-19 yang berbentuk gelombang tsunami akibat longgarnya pembatasan sosial di musim liburan berbarengan dengan mengamuknya varian delta.
"Jadi mungkin saja, di bulan-bulan April dan Mei itu, para tokoh ini sudah telanjur meneken kontrak untuk pemasangan baliho-baliho tersebut untuk waktu yang cukup lama, minimal sebulan," ungkapnya.
Baca juga: Demokrat Sebut Baliho AHY Bukan untuk Pilpres tapi Melawan Moeldoko
Dia mengungkapkan, pemasangan baliho terutama di tempat-tempat strategis tentu harus menyewa tempatnya, misalnya kepada pemerintah daerah. "Bisa jadi kesepakatan untuk memasang baliho sudah dilakukan dan dibayar, tapi baru saja dipasang, kita mengalami tsunami Covid-19 gelombang kedua yang mengharu biru Indonesia sejak Juli lalu," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :